Apa Program Unggulan di PAUD Taman Pintar Kecamatan Weru ?

PAUD Taman Pintar di Kecamatan Weru telah 7 tahun berkarya melayani anak usia dini. Tahun 2010 yang lalu, Lima Lembaga PAUD Taman Pintar(TP) hadir untuk menjangkau anak-anak usia dini dikecamatan Weru.  Pada tahun itu banyak anak usia dini tak terjangkau layanan pendidikan karena terbatasnya lembaga PAUD.  Lima PAUD tersebut adalah PAUD TP Candi Asri dan TP Permata Hati yang hadir melayani pendidikan anak-anak di Desa Ngreco, PAUD TP Nurul Ilmi dan TP Nurul Amal mendidik anak-anak di Desa Alasombo dan PAUD TP Pamardiyoga mengasuh anak-anak di Desa Karangmojo.

Seiring berjalannya waktu, PAUD yang berbasis masyarakat ini menjalankan beberapa program. Selain program standart yang ada seperti di pembelajaran PAUD lain, ada beberapa program unggulan yang dijalankan di PAUD Taman Pintar. Lalu apa saja program unggulan yang ada di PAUD Taman Pintar ?

Berikut ini antara lain beberapa program unggulan yang ada di PAUD Taman Pintar:

  1. Program Sekolah Ramah Anak

Menyadari bahwa PAUD merupakan jenjang pendidikan pertama seorang anak mengenal lingkungan sekolah, maka PAUD diharapkan menjadi pelopor layanan pendidikan yang ramah. Program sekolah ramah anak perlu dilakukan mulai dari jenjang PAUD. Diharapkan dengan adanya Program Sekolah Ramah Anak ini, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan segala keceriaannya. Sekolah perlu memastikan pendidikan mereka tanpa ada kekerasan, tanpa ada rasa takut sehingga anak mampu mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya secara positif dalam berbagai bentuk.

Dalam mengimplementasikan PAUD Ramah Anak, Taman Pintar mencanangkannya mulai dari Pendidik Ramah, Pembelajaran Ramah dan Lingkungan ramah. Pendidik sebagai seseorang yang memfasilitasi proses stimulasi tumbuh kembang anak usia dini. Pendidik diharapkan dapat memenuhi dan melindungi hak-hak anak di PAUD. Pendidik yang ramah tercermin dari sikapnya, misalnya murah senyum, tuturkata yang santun, perilaku yang penyabar, menghargai anak, menjadi teladan, dapat menjadi teman bermain dan  bicara yang ramah. Proses pembelajaranpun menjadi salah satu hal penting dalam penerapan PAUD ramah anak. Pembelajaran yang dilakukan melalui kegiatan bermain harus dilakukan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pembelajaran ramah anak diterapkan mulai dari sebelum pembelajaran, menyambut kedatangan anak, saat pembelajaran dan setelah pembelajaran. Sedangkan lingkungan yang ramah, tercermin dari kondisi lingkungan yang bersih, jauh dari polusi, Tersedia kamar mandi dengan air bersih dan mengalir, Adanya tanaman peneduh, makanan yang sehat dan aman buat anak, Tersedia tempat sampah dan P3K. Ruang kelasnya memiliki sirkulasi udara yang baik, Pencahayaan cukup, Lantai bersih, Tidak panas, Penataan ruang kelas menarik. Alat Peraga Edukatifnya (APE) yang aman, awet dan menarik bagi anak.

  1. Program Parenting Education

Parenting Education adalah sebuah sarana berbagi pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada para orangtua terkait dengan pengasuhan anak usia dini. Bahasan yang diangkatpun beragam mulai dari sosialisasi mengenai hak-hak anak hingga diskusi menganai tips-tips mengasuh anak usia dini. Seperti tips mendongeng dan manfaatnya bagi tumbuh kembang anak, tips menanamkan pendidikan karakter kepada anak dan praktek membuat jajanan sehat yang menarik untuk anak.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan rutin bulanan ini lahir berbagai kegiatan orangtua guna mendukung program sekolah ramah anak. Seperti program penghijauan lingkungan sekolah dengan tanaman buah dan sayur, kegiatan membuat mainan dari barang bekas yang ramah lingkungan atau program menu sehat untuk anak yang diprogramkan oleh pendidik bersama dengan orangtua.

  1. Program Integasi Budaya Lokal

Taman Pintar didalam proses pembelajarannya juga mengembangkan program integrasi budaya lokal. Program ini menggunakan pendekatan budaya lokal sebagai metode untuk pendidikan karakter bagi anak usia dini. Budaya lokal akan menanamkan nilai-nilai kepribadian luhur bangsa kepada anak, sehingga dalam jangka panjang akan membentuk orang yang berkarakter.

Taman Pintar di Kecamatan Weru memanfaatkan potensi lokal masyarakat di daerah tersebut. Pendidik melakukan pemetaan potensi budaya apa yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran anak. Lalu terpetakanlah berbagai bentuk budaya lokal yang diuri-uri (dipelihara) oleh masyarakat lokal tersebut, seperti permainan tradisional, tembang, geguritan, tari, wayang maupun berbagai tempat yang ada disekitar PAUD yang dapat menjadi sarana belajar anak.

Dari berbagai bentuk budaya lokal yang ada, Dolanan tradisional adalah primadona yang banyak dipilih lembaga PAUD untuk mewarnai keceriaan anak-anak di dalam proses bermain sambil belajar. Dolanan atau permainan tradisional dipilih karena kedekatan dengan dunia anak yang sering kita kenal sebagai dunia bermain. Dolanan tradisional yang dimainkan antara lain Jamuran, Cublak-Cublak Suweng, Engklek, Uler Keket, Egrang Batok dan Bakiak

Lagu-lagu anak tradisional juga digandrungi di dunia PAUD. Nilai lebih yang didapat dari lagu tradisional ini terletak pada syair/lirik  lagunya banyak mengandung nilai-nilai pendidikan karakter bagi anak. Lagu-lagu anak tersebut terdapat pesan-pesan moral bagi anak.

Anak-anak juga diajak mengenal berbagi tempat yang ada disekitar anak. Misalnya rumah joglo, kantor keluarahan, peternakan, sawah maupun kebun. Anak-anak juga diajak bermain dengan memanfaatkan kekayaan alam sekitar sebagai sarana bermain dan belajar. Kreatifitas pendidik sangat dibutuhkan untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada disekitar PAUD, termasuk kekayaan alam. Dengan demikian dapat menhadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan dan tidak membutuhkan biaya yang tinggi.

 

By YSKK

Merayakan Hari Anak dengan Keluarga di Taman Ramah Anak

Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari Minggu, 23 Juli 2017 lalu, kami dirayakan dengan liburan Keluarga. Bersama dengan anak-anak, kami sekeluarga berkunjung ke Taman Ramah Anak “Ceria” Karanganyar.  Aneka permainan nan bermanfaat bagi anak-anak tersaji di taman ini. Taman ini juga banyak mengkampanyekan pesan tentang ramah lingkungan dan ramah anak.

Ketika  kami masuk di taman “Ceria” suasana teduh nan asri langsung menyambut kedatangan kami. Pepohonan yang ada di taman ini seperti memayungi anak-anak saat bermain di bawahnya. Aneka tanaman dengan pot-pot gantung berwarna-warni memperindah pemandangan. Pot yang berbentuk karakter hewan, buah dan sayur tersebut pun terbuat dari botol-botol bekas yang dicat warna-warni. Semakin menguatkan pesan ramah lingkungan di taman ini.

Berbagai permainan ada di taman ini mulai dari ular tangga sampai aneka permainan tradisional. Ayunan, prosotan, jungkat-jungkit menjadi primadona yang dimainkan anak-anak. Permainan yang merangsang motorik dan sosial anak tersebut dilengkapi dengan pengaman seperti karpet karet di area prosotan maupun ban karet di mainan jungkat jungkit. Jadi anak tetap aman ketika asyik bermain.

Aneka permainan tradisional yang ada di taman ini antara lain dakon, engklek, catur tiga dan gobak sodor. Permainan tradisional yang begitu semangat dimainkan anak saya yaitu Engklek atau yang sering dikenal dengan nama Sundamanda. Permainan tradisional ini selain asyik untuk dimainkan juga bermanfaat menstimulus perkembangan anak. Mulai dari aspek motorik, anak akan terstimulus dengan melompat satu kaki, berusaha menjaga keseimbangan untuk melewati bidang engklek. Social emosional anak juga terstimulus, dengan bersosialisasi ketika bermain bersama teman-temannya dan sabar menunggu giliran. Moral juga terdidik karena anak dapat belajar tentang sportifitas dan disiplin mengikuti aturan main. Kognitif anak juga terasah, pertama anak akan mengenal bentuk bangun datar dan kedua melatih anak berstrategi dengan memilih letak bintang agar memudahkan lompatan.

Taman ini juga kaya akan pesan moral untuk para orangtua. Pesan tentang ramah anak ada di berbagai tempat di taman ini. Mulai dari pesan mengenai peran orangtua dalam memberikan perlindungan kepada anak dari segala bentuk kekerasan. Ada pula pesan mengenai pentingnya ASI Eksklusif. Ada juga pesan tentang pentingnya komunikasi antara orangtua dengan anak.

By YSKK

Kampanyekan PAUD Ramah Anak, 10 PAUD di Kecamatan Weru Gelar Talkshow Parenting

Tak seperti biasanya pagi itu di Kantor Kecamatan Weru nampak kemeriahan anak-anak beserta orangtuanya. Ternyata pagi itu, Jumat, 14 Juli 2017 digelar “Expo PAUD dan Talkshow Parenting’. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 peserta untuk tersebut diadakan oleh 10 PAUD dari 8 desa di Kecamatan Weru dan didukung oleh YSKK. Talkshow Parenting tersebut digelar untuk menyambut Hari Anak Nasional yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya PAUD dan mengkampanyekan pendidikan yang ramah anak.

Talkshow Parenting ini mengahadirkan dua orang narasumber yaitu Bunda Retnaningsri Mar’atun Solichah, S.Pd.AUD, atau yang sering kita panggil Bunda Naning. Beliau adalah Kepala KB Sunrise Mojolaban Sukoharjo, wakil sekretaris Himpaudi Kabupaten Sukoharjo sekaligus pengajar Jurusan PG PAUD di Universitas Terbuka. Narasumber lain yang hadir untuk berbagi pengalamnnya yaitu Bunda Rachmasari Mega Angkasa, pendidik PAUD Taman Pintar Candi Asri sekaligus sekretaris Himpaudi Kecamatan Weru. Acara ini diikuti oleh para orangtua anak usia dini di Kecamatan Weru,  Camat Weru, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Weru, Penilik PAUD, Bunda PAUD Kecamatan Weru, Bunda PAUD di 8 Desa, Kader Posyandu di 8 Desa, Bidan desa di 8 Desa, Pendidik PAUD di Kecamatan Weru.

Perkembangan otak seorang manusia sangatlah pesat  pada usia 0-8 tahun atau yang sering didengar sebagai usia golden age. Sehingga Lembaga PAUD memegang peranan penting dalam menstimulus aspek-aspek perkembangan anak diusia emasnya. Sebagaimana tertuang dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 bahwa PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

 “… perkembangan kecerdasan seorang manusia sangat pesat pada usia 0-8 tahun dan paling pesat terjadi pada usia 0-4 tahun yaitu 50%, jadi stimulasinya harus maksimal… Peran PAUD sangat penting, karena guru-guru PAUD akan menerapkan semua pembelajaran sesuai karakter anak dan tetap berlandaskan pada undang-undang,… pembelajaran di PAUD itu ramah anak dan ramah otak… pembelajaran di PAUD itu dengan pembiasaan” ungkap Bunda Naning dalam talkshow tersebut.

Mendidik anak di usia dini ini perlu dilaksanakan dengan penuh keramahan. PAUD sebagai sebuah sekolah perlulah memberikan pelayanan yang ramah kepada anak. Mulai dari ramah pembelajarannya, yang dirancang dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan merangsang perkembangan anak. Ramah juga lingkunganya dengan ruang kelas dan halaman yang bersih, sehat dan aman bagi anak. Maupun ramah pendidiknya dengan cara seorang guru PAUD menempatkan diri sebagai teman bermain, teman bicara dan teman belajar bagi anak.

“Sekolah ramah anak itu adalah sekolah yang bersahabat bagi anak… sekolah yang ramah bisa dilihat dari pembelajarannya  yang menarik bagi anak dan sesuai dengan karakteristik anak….  Sekolah ramah anak di  PAUD itu juga bisa dilihat dari gurunya, seorang pendidik PAUD harus ramah kepada anak, murah senyum, ceria, dan ketika berbicara dengan anak menggunakan bahasa anak… dan sekolah ramah anak itu lingkungannya juga harus ramah bagi anak.” Ungkap Bunda Rachma dalam talkshow tersebut.

Dalam acara tersebut juga ada pojok Foto Booth yang banyak diminati para peserta untuk berfoto-foto dengan berbagai pernak pernik yang bertemakan ramah anak.

By YSKK

Kenalkan PAUD, Kelompok Bermain dan Pos PAUD di Kecamatan Weru Gelar Expo

Tak seperti biasanya pagi itu di Kantor Kecamatan Weru nampak kemeriahan anak-anak beserta orangtuanya. Ternyata pagi itu, Jumat, 14 Juli 2017 digelar “Expo PAUD dan Talkshow Parenting’, yang diadakan oleh 10 PAUD dampingan YSKK dari 8 desa di Kecamatan Weru. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 peserta tersebut dilaksanakan dalam momentum penerimaan anak didik baru sekaligus menyambut Hari Anak Nasional.

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan menghadirkan Expo PAUD yang menampilkan stand-stand dengan tema berbeda-beda berdasarkan pada keunggulan atau kekhasan setiap PAUD. Ada stand yang dipenuhi dengan boneka dan buku dongeng, tepatnya di Stand yang dibuka oleh PAUD Nurul Ilmi Desa Alasombo. PAUD Nurul ilmi merupakan PAUD yang mengedepankan pendidikan karakter kepada anak dengan media dongeng. Dongeng dipercaya sebagai sarana yang ramah dan menyenangkan untuk membangun komunikasi, penanaman peran moral dan pengetahuan kepada anak usia dini.

PAUD Aisyiyah Desa Karakan menampilkan berbagai permainan dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Koran, kardus, kalender maupun botol bekas bisa disulap menjadi mainan yang dapat merangsang perkembangan anak. Misalnya saja kotak kardus yang bisa disulap menjadi APE di enam sisinya, ada sisi kasar halus, ada sisi mencari jalan, ada sisi ular tangga, dll. Adapula kertas koran yang bisa dibuat miniatur sebuah gunung untuk mengajarkan anak tentang benda dan gejala alam.

Adapula yang stand yang bertemakan budaya lokal seperti yang ditampilkan oleh PAUD Mawar Biru Desa Jatingarang dan PAUD Cahaya Hati Desa Krajan. Stand dipenuhi dengan berbagai mainan dan pernak-pernik yang sarat akan kekayaan budaya setempat, seperti Jaranan, egrang batok, bakiak maupun wayang. Budaya lokal dalam bentuk berbagai permainan tradisional, lagu, tari maupun berbagai kearifan lokal diyakini mampu menstimulasi tumbuh kembang anak.

Berbeda dengan PAUD lain, PAUD Candi Asri Desa Ngreco menggelar berbagai jajan sehat dimeja standnya. Hal ini sejalan dengan program unggulan mereka yaitu program Cinta MAMA yang kepanjangannya Cinta Makanan Aman dan Menarik bagi Anak. Aneka jajanan sehat tersebut antaralain jus aneka buah, puding aneka rasa, lemet dan jajanan lainnya. Makanan-makanan tersebut merupakan hasil karya para pendidik maupun orangtua dengan bahan yang sehat dan bentuk yang menarik dikonsumsi anak-anak.

Adapula PAUD yang menampilkan stand dengan aneka mainan berbahan alam seperti yang ditampilkan PAUD Pamardi Yoga Desa Karangmojo dan PAUD Nurul Amal Desa Alasombo. Banyak mainan seperti mobil-mobilan dari kulit jeruk, jaranan dari pelepah pisang ataupun mahkota dari daun mangga.

“ PAUD kami memanfaatkan berbagai kekayaan alam untuk sarana bermain anak, seperti membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk, wayang dari tangkai daun singkong, anyaman dari daun pisang,….. dengan berbagai mainan tersebut anak dapat terstimulus perkembangannya di Pamardi Yoga” ungkap Bunda Any pendidik PAUD Pamardi Yoga.

Ada juga stand PAUD Permata Hati Desa Ngreco dan PAUD Mawar Desa Karanganyar yang membuka arena bermain APE (Alat Peraga Edukatif). Stand ini dipenuhi kemeriahan anak-anak yang bermain aneka maianan, seperti balok, lego, dakon maupun puzzel.

Sedangkan talkshow parenting digelar  untuk memberikan pemahaman orang tua anak usia dini mengenai perkembangan anak di usia golden age dan pentingnya PAUD,  sekaligus memberikan tips bagaimana orang tua memilih lembaga PAUD untuk anaknya. Melalui kegiatan ini, lembaga PAUD  juga ikut berperan serta mengedukasi masyarakat mengenai konsep pendidikan yang ramah bagi anak usia dini.

By YSKK

Pos PAUD Mawar Biru Kenalkan Sekolah Melalui Budaya Lokal

21 Juni 2017 yang lalu terdengar sayup-sayup suara lagu jaranan dari sebuah sekolah. Rupanya sore itu anak-anak Pos PAUD Mawar biru sedang menampilkan gerak lagu jaranan dihadapan para orangtua dan tokoh masyarakat di sekitar sekolah. Pos PAUD Mawar Biru Sore itu memperkenalkan PAUDnya kepada masyarakat Desa Jatingarang dan sekitarnya melalui tampilan seni budaya. Budaya lokal yang tercermin melalui lagu, tari maupun permainan tradisional merupakan nilai plus yang ditawarkan oleh PAUD ini dalam proses pembelajarannya.

Kegiatan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama itu diikuti lebih dari 110 orang yang terdiri dari para orang tua, anak-anak dan para tokoh masyarakat di desa tersebut. Kegiatan ini dibuka dengan pelafalan surat-surat dalam Al Qur’an oleh anak-anak. Kegiatan kemudian diisi dengan tampilan keretifitas anak-anak seperti gerak lagu jaranan dan gundul-gundul pacul.

Ibu Sri Suwarti sebagai penasehat sekaligus perintis pendirian Pos PAUD ini mengapresiasi kegigihan para pendidik yang telah bahu membahu mengembangkan PAUD dari awalnya yang berasal posyandu balita.  Kepala Desa Jatingarang juga melihat Pos PAUD Mawar berkembang bagus dan menjadi Posyandu Model yang terintegrasi.

 

 

By YSKK

Menyusun Strategi Promosi Bagi Lembaga PAUD

Tahun ajaran baru akan segera hadir dan sekolah perlu melakukan persiapan guna menyambut peserta didik baru. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) perlu dipersiapkan dengan baik termasuk oleh Lembaga PAUD. Hal ini perlu dimulai dengan mengadakan pengenalan/promosi mengenai keberadaan PAUD kepada masyarakat umum maupun orangtua anak usia dini. Sebelum melakukan proses promosi maka perlu terlebih dahulu menyusun strategi promosi yang efektif dan menarik. Hal inilah yang dilakukan oleh Kelompok Bermain dan Pos PAUD di Kecamatan Weru yang menjadi dampingan Yayasan Satu Karsa Karya(YSKK), pada hari Selasa 23 Mei 2017 bertempat di PAUD Cahaya Hati Desa Krajan Kecamatan Weru, 7 Lembaga PAUD yang hadir dalam kegiatan Temu Inspirasi Pendidik Serial (TIPS) tersebut berdiskusi mengenai “Strategi Promosi Bagi Lembaga PAUD”.

Kreatifitas setiap sekolah dalam merencang strategi promosi sekolah menjadi hal paling penting dan menentukan untuk suksesnya kegiatan PPDB. Seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah lembaga PAUD di Kecamatan Weru, membuat orang tua akan memiliki banyak pilihan dan akan semakin selektif untuk memilih sekolah bagi anak-anaknya. Di sisi lain, hal ini menjadi salah satu tantangan bagi lembaga PAUD.  Agar Lembaga PAUD menjadi pilihan utama orangtua menyekolahkan anaknya, maka perlu untuk mengenalkan diri dengan segala keunggulan, program dan prestasi yang dimiliki.

Melalui kegiatan TIPS di bulan Mei ini YSKK memfasilitasi para pendidik dan pengurus PAUD untuk berdiskusi bagaimana menyusun kegiatan promosi yang menarik, mengemas pesan yang baik, memilih saluran dan media komunikasi yang tepat serta menyusun anggaran yang dibutuhkan untuk promosi. Hasil dari kegiatan ini yaitu tersusunlah strategi promosi di 7 Lembaga PAUD. Adapun beberapa strategi yang dipilih antaralain Sosialisasi melalui Posyandu dan pertemuan-pertemuan yang sudah ada di masyarakat, menggelar parenting education untuk orangtua anak usia dini, membuat brosur dan spanduk, menginformasikan dari orang perorang maupun memanfaatkan media sosial.

YSKK Menggelar Diskusi “Bagaimana Implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 di Kabupaten Gunungkidul?”

Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 telah diundangkan pada tanggal 30 Desember 2016, penting bagi kita untuk melihat sejauhmana implementasi aturan tersebut dilaksanakan. Mengingat mandat dari Permendikbud ini hanya memberikan tenggat waktu maksimal 1 (satu) tahun bagi seluruh komite sekolah untuk melakukan penyesuaian. Atas dasar itulah dan sekaligus bertepatan  dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, Yayasan Satu Karsa Karya menyelenggarakan diskusi dengan tema “Bagaimana Implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 di Kabupaten Gunungkidul?”. Diskusi ini penting sebagai upaya untuk mengkaji implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 di Kabupaten Gunungkidul, sekaligus untuk mendukung tema peringatan Hardiknas tahun 2017 yaitu “Percepatan Pendidikan yang Merata dan Berkualitas.”

Kegiatan ini digelar pada hari Selasa 16 Mei 2017 bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Dalam kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Bapak Sumarto, MM selaku Kasubag Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul yang menyampaikan tentang “Bagaimanakah implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 di Kabupaten Gunungkidul?”; Bapak Prapto Sediyono, MM selaku Ketua Komite SMP N Nglipar 1 Gunungkidul yang mengampaikan tentang “Apa pengaruh positif dan negatif Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 terhadap kelembagaan dan fungsi komite sekolah?”; dan Kangsure Suroto selaku Direktur Yayasan Satu Karsa Karya, yang menyampaikan “Bagaimanakah konsep revitalisasi komite sekolah dan penggalangan sumber daya berlandaskan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, serta titik-titik rawan implementasinya?”

Diskusi ini terselenggara dengan diikuti 37 orang, terdiri dari unsur Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Sekolah (SD dan SMP) dan Komite Sekolah, Media, OMS dan Mahasiswa.  Adapun keluaran dari diskusi ini, yaitu : Adanya gambaran sejauhmana implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 di Kabupaten Gunungkidul.; Teridentifikasinya titik-titik rawan terkait implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan  adanya rekomendasi untuk efektivitas implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.

By YSKK

Semangat Pendidik PAUD Cerminkan Semangat Kartini di Masa Kini

Tanggal 21 April adalah tanggal kelahiran seorang pahlawan wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini. Pahlawan bangsa yang memperjuangkan hak kaum wanita agar memperoleh pendidikan. Beliau berjuang dengan mendirikan sekolah bagi kaum wanita.

Sejalan dengan semangat Kartini yang ingin mencerdaskan bangsanya melalui pendidikan, semangat itupun juga tercermin pada diri para pendidik PAUD di Kecamatan Weru. Mereka berjuang membuka akses pendidikan bagi anak-anak generasi penerus bangsa yang ada di sekitar mereka. Mereka berjuang mendirikan PAUD sebagai sarana untuk menstimulasi tumbuh kembang anak di usia emasnya.

Para pendidik tak kenal lelah berjuang dengan hati, waktu dan pemikirannya demi terpenuhinya pendidikan bagi anak usia dini. Para pendidik menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak. Mendidik dengan penuh semangat, keceriaan dan keramahan. Menjadi sosok ceria ketika bermain bersama anak. Menjadi teman bicara yang ramah bagi anak. Serta menjadi sosok motivator yang senantiasa menyemangati hati anak-anak didiknya.

YSKK yang hadir mendampingi 10 PAUD di Kecamatan Weru melihat begitu besar semangat dan kepedulian sosial para pendidik PAUD ini. Total ada 27 orang pendidik di 10 PAUD tersebut. Sebagian besar pendidik tersebut dulunya merupakan kader perempuan yang aktif di desa baik sebagai kader Posyandu, kader PKK, maupun kader Bina Keluarga Balita. Mereka terpanggil untuk membuka akses pendidikan anak usia dini di desanya. Memberanikan diri untuk mengambil peran sebagai seorang Pendidik PAUD.

Pengorbanan secara materiil pun sudah menjadi hal yang biasa bagi para pendidik.  Honor pendidik PAUD yang tidak besar jumlahnya pun disikapi dengan bijak. Keiklasan dan jiwa kesukarelawanan yang tak diragukan selama menjadi kader desa, meneguhkan hati mereka untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak penerus bangsa yang ada disekitar mereka.

“Saya menjadi pendidik PAUD karena suka dengan dunia anak-anak… ingin berbagi ilmu dan mencerdaskan anak-anak disekitar kita… Walaupun saya sadar tidak bisa mendapatkan materi lebih  dari sini, namun saya tetap semangat dan yakin rezeki akan datang dari manapun jalannya” ungkap Bunda Rida Panca Rahmawati salah satu pendidik PAUD Taman Pintar Candi Asri yang dulunya seorang kader Posyandu di dusun Candi Desa Ngreco Kecamatan Weru.

Tantanganpun mengiringi perjuangan sang bunda pendidik PAUD.  Mulai dari belum sampainya jangkauan informasi mengenai pentingnya PAUD kepada banyak orang tua  di Kecamatan Weru. Hal ini  membuat banyak orangtua belum tergerak untuk mengikutkan anaknya di PAUD. Kondisi inilah yang mendorong para pendidik untuk mensosialisasikan pentingnya PAUD kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dalam berbagai kesempatan mulai di kegiatan posyandu, melalui sarasehan warga hingga berkunjung dari rumah ke rumah.

Tantangan lain yang ditemui yaitu kondisi georgafis Weru yang berbukit-bukit tak menyurutkan semangat mereka. Strategi yang dilakukan agar anak-anak yang jauh dari jangkauan PAUD tetap tersetimulus tumbuh kembangnya yaitu dengan mengadakan program PAUD Kunjungan. Hal ini dilakukan untuk mengupayakan pemerataan pendidikan bagi anak usia dini.

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh para Pendidik PAUD di Kecamatan Weru tak menyurutkan perjuangan mereka. Mereka tetap teguh dan bersemangat untuk mengemban amanah sebagai pejuang pendidikan. Berjuang bagi anak-anak, untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik di usia emasnya. Berjuang menghantarkan agar lebih dekat dengan cita-citanya. Seperti semangat kartini yang ingin mencerdaskan bangsanya, para pendidik juga bersemangat untuk membawa generasi penerus bangsa ke masa depan yang lebih baik.

 

Pentingnya Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

 

parenting

Kegiatan Parenting Education di PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru mengangkat tema “Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak”

 

 

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu dan bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas”  Ki Hadjar Dewantara*

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak. Di lingkungan keluarga, orangtua adalah seorang guru bagi anaknya. Sebagai pendidik di rumah, orangtua diharapkan dapat berperan menjadi teladan yang baik bagi anak, teman yangmenyenangkan ketika bermain dan teman bicara yang ramah bagi anak. Tapi tak semua orangtua paham akan perannya tersebut. Tak sedikit orangtua yang memandang pendidikan seorang anak hanya diamanahkan kepada institusi sekolah saja. Untuk membangun kesadaran pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Pada Kamis, 13 April 2017 yang lalu PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru menggelar parenting education dengan tema “ Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak” yang diikuti oleh 41 orangtua.

Menurut Ki Hajar Dewantara ada tiga sentra pendidikan yaitu pendidikan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap elemen yang ada di tiga sentra tersebut perlu membangun kesinambungan untuk pendidikan anak. Termasuk didalamnya antara orang tua dan guru perlu membangun komunikasi, kekompakan dan kerjasama demi pendidikan anak yang berkesinambungan di lingkungan  sekolah dan lingkungan rumah.

Di jenjang pendidikan anak usia dini, durasi waktu orangtua bersama anak di lingkungan rumah tentulah lebih lama dibandingkan waktu di sekolah. Orangtua  punya peran penting dalam menjaga kesinambungan pelajaran baik yang didapatkan dari guru di sekolah untuk dapat dilanjutkan di rumah. Karena hal baik seperti mencuci tangan, berdoa dan perilaku sopan santun perlu dipraktekkan secara berkelanjutan, terus menerus dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan baik bagi anak.

Dalam kegiatan parenting education ini fasilitator memutarkan film singkat yang menceritakan seorang anak yang ingin menjadi seperti smartphone. Film tersebut menjadi pemantik diskusi dengan para orangtua mengenai harapan seorang anak terhadap orangtuanya. Ada tiga hal yang muncul mengenai peran orangtua yaitu orangtua berperan menjadi pendidik bagi anak, orangtua menjadi teman yang menyenangkan ketika bermain dengan anak dan orangtua menjadi teman bicara yang ramah bagi anak.

Orangtua merupakan pendidik bagi anak di keluarga. Orangtua tak hanya mendidik dengan ilmu, namun juga mendidik dengan memberikan teladan yang baik bagi anak. Anak adalah peniru yang ulung, segala hal yang ada disekitarnya begitu cermat dilihatnya dan seakan menjadi contoh untuk ditiru oleh sang anak. Termasuk pada perilaku yang ditampilkan oleh orangtuanya. Orangtua sebagai teladan bagi anaknya perlu menjadi pribadi yang baik, sehingga dapat dicontoh perilakunya oleh anak.  Mulai dari cara berpakaian, berbicara, beribadah hingga berperilaku sehari-hari.

Orangtua juga diharapkan menjadi teman bermain bagi anak. Dunia bermain adalah dunia anak-anak. Setiap anak mendambakan dapat bermain dengan riang dan penuh suasana yang menyenangkan. Sempatkan waktu bagi orangtua untuk dapat bermain bersama dengan anak. Banyak ragam permainan yang dapat dimainkan dengan anak mulai dari permainan indoor dan outdoor. Ajak anak bermain dengan permainan yang menyenangkan dan bisa menstimulus tumbuh kembangnya. Sesekali ajak anak bermain mulai dari membuat mainannya, memainkannya bersama dan membereskan mainannya. Selain memberikan kegembiraan pada anak, anak juga dapat semakin kreatif dan bertanggungjawab terhadap mainannya.

Orangtua juga perlu menjadi teman bicara yang ramah bagi anak. Menjadi teman bicara bagi anak perlu dilakukan agar kita bisa mendengar pendapat dan perasaan anak, sekaligus menanamkan pesan moral kepada anak. Untuk menjadi teman bicara yang ramah perlu strategi yang tepat, salah satunya dengan dongeng. Dengan dongeng anak lebih nyaman mendengarkan setiap pesan yang disampaikan oleh orangtuanya. Setelah mendongeng sempatkan menggali pendapat anak dan perasaan anak terkait dengan cerita yang didongengkan. Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita kepada anak.

Menjadi orangtua yang ramah kepada anaknya tentu tak hanya sekedar butuh pengetahuan saja. Namun juga butuh niat dan komitmen yang kuat untuk melakukannya. Orangtua harus berkomitmen kepada dirinya sendiri dan kepada anaknya untuk bisa menjadi seseorang yang ramah, menyenangkan dan teladan yang baik bagi anak-anaknya.

 

Keterangan:

*: kutipan dipetik dari Buku Anak Bukan Kertas Kosong karya Bukik Setiawan. Halaman xxv

Gerakan Cinta MAMA untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Makanan ringan atau yang sering kita sebut “jajanan” menjadi sesuatu yang digemari oleh anak-anak. Sayangnya tidak semua jajanan yang ada disekitar kita aman bagi anak. Fenomena ini tentu mengkhawatirkan karena akan mengganggu bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu perlu membangun pemahaman orangtua tentang prntingnya jajanan yang sehat dan apa dampak jajanan instan pada anak-anak. Hal inilah yang melatarbelakangi PAUD Candi Asri Desa Ngreco Kecamatan Weru menggelar Diskusi  dengan tema “Gerakan Cinta MAMA (Makanan Anak yang Menarik dan Aman) untuk Sekolah Ramah Anak” pada Hari Senin, 27 Maret 2017 yang lalu.

Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membangun dukungan semua pihak untuk mewujudkan  lingkungan ramah anak di Sekolah. Kelompok Bermain Candi Asri yang berada di lingkup satu atap dengan SD N Ngeco 2 dan TK Desa Ngreco 2, ingin mendorong dan menggandeng berbagai pihak baik sekolah maupun masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan ramah anak dari sisi kesehatan makanannya melalui Gerakan Cinta MAMA.

Berbagai makanan dan minuman  instan, berpewarna dan berperasa non alami yang beredar disekitar sekolah mengancam kesehatan anak. Hal inilah yang membahayakan kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Mengingat bahwa makanan yang bergizi merupakan bahan pembentuk otak dan organ lain yang berhubungan dengan perkembangan anak, serta membantu pembentukan imunitas anak.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut maka harus ada inisiasi dan gerakan bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah anak mulai dari makanan yang dikonsumsi anak. Diskusi yang mengambil tempat di SD N Ngreco 2 ini melibatkan berbagai pihak terkait dengan menghadirkan tiga orang narasumber. Narasumber pertama Dra Puji Hartanti selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Weru, yang menyampaikan materi “Bagaimana dukungan UPTD Pendidikan Kecamatan Weru untuk mewujudkan kawasan jajanan ramah anak di sekolah?”. Kedua Bunda Rachmasari Mega Angkasa Pendidik PAUD Candi Asri, yang menyampaikan materi mengenai “Bagaimana Pengalaman dalam Menginisiasi Gerakan Cinta MAMA (Makanan  Anak yang Menarik dan Aman)?”. Narasumber Ketiga Ibu Sri Sulasmi selaku Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Weru, yang menyampaikan materi mengenai  “Apa Dampak Makanan instant/tidak sehat bagi tumbuh kembang anak ?”.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Weru mengapresiasi kegiatan yang digelar PAUD Candi Asri ini dan mendorong agar di PAUD yang lain juga dapat digelar kegiatan serupa.

“Marilah semua pihak dapat merealisasikan Gerakan Cinta MAMA ini baik dirumah maupun disekolah agar generasi penerus kita kuat dan sehat…. Kedepan kami akan membangun kerjasama dengan Puskesmas agar penyuluhan tentang kesehatan makanan ini dapat dilakukan di PAUD-PAUD yang lain di Kecamatan Weru dan kalau perlu membawa sampel makanannya.” ungkap Bu Puji Hartanti di dalam acara tersebut.