Catatan lapangan: Selasa, 5 Februari 2013

Observasi pembelajaran di TP Nurul Ilmi

Kegiatan pembelajaran di TP Nurul Ilmi

Kegiatan pembelajaran di TP Nurul Ilmi

“Selamat Pagi adik-adik”, salam kulayangkan pada anak-anak didik di Nurul Ilmi di pagi itu, ada yang menjawab dan melayangkan tangan untuk bersalaman ada pula yang masih terlihat malu-malu.  Ini kali pertama aku berkunjung di Nurul Ilmi, saat pemebelajaran. Pembelajaran di Nurul Ilmi selasa lalu mengambil tema tentang ”Pekerjaan”. Dengan Bantuan patung kayu yang bergambarkan profesi-profesi, seperti polisi, petani, pedagang, dokter, dsb, anak-anak diajak berkomunikasi dan diajarkan mengenai berbagai macam pekerjaan dan tugas serta tempat kerjanya. Anak-anak juga diajak untuk berkomunikasi pekerjaan orang tua mereka. Sebelum pulang anak-anak diajak bernyanyi dan sebagai penutup bunda mengajak anak-anak mengingat apa saja kegiatan mereka hari ini. Sebelum pulang mereka diberi cap bintang oleh bunda dan mereka mengenakan sepatu mereka sendiri dan riang bernyanyi sambil pulang.

Disela waktu istirahat, saya berbincang dengan pendidik, bunda Tutik dan bunda Yani terkait dengan perkembangan dan pembelajaran di taman pintar. Dari perbincangan dan observasi yang saya lakukan ada beberapa informasi yang pendamping dapatkan, antara lain:

  • Pembelajaran pagi itu minim diikuti oleh anak didik, hanya ada 7 anak. Setelah saya konfirmasi ke pendidik, hal ini dikarenakan beberapa anak didik yang sakit.
  • Buku perkembangan anak yang harusnya diisi harian maupun bulanan belum berjalan, dan pendamping mengharapkan untuk dapat segera diisi.
  • Pagar pembatas TP Nurul Ilmi dan makam

    Pagar pembatas TP Nurul Ilmi dan makam

    Pagar di sebelah barat TP Nurul Ilmi telah jadi, menurut pengurus pembuatan pagar ini berasal dari dana BOP.

  • Pendidik yang mengajar hanya dua orang, pendidik yang satunya, Ibu Win sedangmenunggu suaminya sakit pasca operasi.
  • Selain kelas yang sepi dikarenakan minimnya jumlah anak yang datang, tak banyak juga tempelan didinding kelas yang memajang banyak hasil karya anak-anak seperti di TP yang lain, akan lebih bermakna jika memanfaatkan dengan maksimal, dinding yang diam menjadi dinding yang bercerita, menceritakan dan menggambarkan hasil karya anak dan untuk memotivasi mereka pula.

Pendampingan Pertemuan Pendidik

Pertemuan Pendidik yang dilaksanakan tiap tanggal 5, bulan ini dilaksanakan di TP Nurul Amal. Pendidik dari lima taman pintar yang datang pada siang itu sejumlah 12 orang. Pertemuan dipandu oleh Sekretaris pengurus pendidik di lima taman pintar, Mbak Anik pendidik  TP Pamardi Yoga. Bunda Lastri membuka acara dengan sambutan singkatnya. Kemudian sesi selanjutnya kultum, kali ini yang bertugas dari TP Nurul Ilmi, ….. walau dimulai dengan terbata-bata dalam menyampaikan materi, akhirnya lama kelamaan lancar juga. Dan yang disampaikan juga cukup berbobot, dengan mengambil tema ”manfaat cerita bagi anak”. Setelah kultum dilanjut penyampaian materi inti dari Nurul Amal, dengan tema “ Pola Hidup Bersih”.

Agenda selanjutnya materi pendampingan dari YSKK. Moment kemarin memang cukup sepecial karena empat pendamping dari YSKK datang dalam pertemuan. Diawali ucapan pamit dari mbak Jezi, perkenalan Mbak Eka dan paparan dari Mbak Lusi dan Saya. Beberapa hal yang disampaikan Mbak Lusi antara lain terkait operasional TP, up date dan monitoring serta sharing penggunaan dan pelaporannya. Dilanjutkan dengan menekankan kembali tentang makna paud/taman pintar yang berbasis masyarakat dan peran masyarakat didalamnya, baik dalam berpartisipasi membangun taman pintar maupun menyelesaikan permasalahan didalamnya. Serta terkait dengan kegiatan parenting education.

Pertemuan pendidik lima taman pintar di TP Nurul Amal

Pertemuan pendidik lima taman pintar di TP Nurul Amal

Dalam pertemuan ini saya menyampaikan terkait dengan menggalakkan sekolah ramah anak di Taman Pintar, terkait dengan menciptakan sekolah/taman pintar sebagai tempat pembelajaran yang ramah terhadap anak didiknya, dengan menghargai dan menempatkan dengan baik hak-hak yang dimiliki oleh anak di taman pintar. Salah satu cara untuk membentuk suasana ramah ditaman pintar adalah dengan membut poster sederhana yang berisikan ilustrasi gambar dan kata-kata yang mencerminkan penghargaan akan hak-hak yang dimiliki oleh anak, misalnya ”sekolahku sehat tanpa asap”, “senyum bunda menemaniku belajar”, “ sekolahku aman dan nyaman tanpa kekerasan”. Pada kesempatan ini pula pendamping mengagendakan bersama pendidik untuk dapat merealisasikan poster ini pada bulan ini.  Pendamping juga mereview penting dan manfaat dari pertemuan pendidik serta berbagai agenda yang ada didalamnya. Seperti adanya agenda pemeparan kultum dan materi inti sebagai sarana belajar dan membiasakan diri untuk dapar berkomunikasi yang baik dalam berbagai forum pendidikan maupun yang lain. Hal lain yang pendamping sampaikan adalah perlunya memaksimalkan pengisian buku perkembangan anak, agar pendidik dan orang tua dapat memonitoring perkembangan anaknya di taman pintar.

Pendampingan PKK Desa Sambirejo

Pendamping memanfatkan pertemuan rutin PKK Desa Sambirejo untuk melakukan pendampingan dengan focus pendampingan yaitu terkait mengenal kepemimpinan perempuan (kendala, tantangan dan bagaimana menjawabnya). Pendamping mengawali pendampingan dengan meminta kepada ibu-ibu untuk membaca sebuah berita yang berjudul “Masyarakat Masih Percaya Dimpimpin Laki-Laki: Dua Perempuan Jadi Kades”. Ibu-Ibu diminta mengidentifikasi apa yang tercantum dalam berita tersebut. Lalu teman-teman menjawab: “Pilkades….!; Kegagalan Calon Kades Perempuan; kurang percaya terhadap perempuan dalam memimpin, kurangnya dukungan dari perempuan kepada calon kades perempuan”. lalu teman-teman PKK diminta menganalisa kira-kira kenapa perempuan belum memperoleh kepercayaan untk duduk di posisi strategis dan apa yang harus dilakukan. Identifikasi pertama posisi strategis apa yang ada, antara lain Kades, Bupati, DPRD, Camat, BPD, Perangkat desa dan lembaga desa.

Lalu agar perempuan memiliki peluang besar untuk duduk di posisi strategis tersebut maka hal apa yang perlu dimilik perempuan, dari hasil diskusi disimpulkan ada 3 hal yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap dan perempuan masih perlu belajar untuk dapat memiliki Sikap, Keterampilan dan Pengetahuan yang unggul agar memperoleh kepercayaan untuk duduk diposisi strategis di masyarakat tersebut. Terkait dengan kebutuhan perempuan agar dapat duduk di posisi strategis dengan belajar, PKK merupakan wadah yang tepat bagi perempuan untuk belajar salah satunya YSKK mencoba bersama-sama mengembangkan sebuah sekolah alternatif bagi perempuan yang sifatnya sukarela.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s