PERTEMUAN KONSULTATIF: Peningkatan Kualitas Layanan Pos PAUD

Pertemuan Konsultatif di hadiri oleh 11 Pos PAUD dan Posyandu

Pertemuan Konsultatif di hadiri oleh 11 Pos PAUD dan Posyandu

Kegiatan yang dihadiri oleh 11 dari Posyandu dan Pos PAUD di Kecamatan Weru ini diawali dengan pengantar terkait latar belakang tujuan, keluaran yang diharapkan  serta alur proses kegiatan Pertemuan Konsultatif yang disampaikan oleh Mbak Lusi.

Sesi kedua yaitu Pengalaman Pengelolaan Pos PAUD, saya selaku fasilitator di sesi ini mengawalinya dengan membacakan sebuah puisi kepada peserta yang kebanyakan dari unsure kader dan pendidik Pos PAUD/ Posyandu yang sebagian besar adalah Ibu-Ibu. Fasilitator membacakan puisi yang berjudul “Serangkai Cinta Untuk Bunda”, adapun isinya :

          Serangkai Cinta untuk Bunda

Ibu,  lembut jemarimu  hapus peluh lelahku

Dekapan hangatmu tentramkan kegelisahan hatiku

Tegarnya bahumu  hentikan tangis kesedihanku

Ibu, hadirmu cerahkan hidupku

Tutur katamu, tuntun langkah kakiku

Dan  untaian  semangat darimu

mengantarkanku  raih cita-citaku

Ibu, engkau sematkan kasih  dalam perjuanganmu

Perjuangkan anak dan kaummu

Arungi zaman  persembahkan kebahagiaan

Merajut harapan  dengan ilmu dan kecintaan

Ibu,  Kasih sayangmu tak kan berhenti  di sepanjang kehidupanku

Ibu,  maafkan daku,  Anak yang terkadang mengecewakan hatimu

Bakti seumur hidupku tak kan bisa menukar  jasa dan pengorbananmu

Ibu, aku ingin membahagiakanmu…

Persembahkan kebanggaan

Terimakasih Ibu,  aku sayang Ibu…….

“…… wah saya sampai mrinding mas” komentar salah satu peserta setelah mendengarkan puisi tersebut. Puisi tersebut saya bacakan untuk salam pembuka dari fasilitator untuk memberikan apresiasi kepada para ibu, para pendidik, para kader Pos PAUD/ Posyandu yang telah memberikan daya dan upayanya demi terangnya masa depan anak Indonesia.

Memasuki agenda ini, yaitu sharing pengalaman terbaik, tantangan yang dihadapi dan juga masukan/input terkait dengan pengelolaan Pos PAUD di 12 Pos PAUD/ Posyandu dampingan YSKK. Dari 12 Pos PAUD/ Posyandu yang diundang 11 hadir dalam pertemuan ini, oleh karena itu peserta diminta untuk berdiskusi berdasarkan Pos PAUD/ Posyandunya masing- masing. Dari diskusi ini diperoleh informasi dan data terkait dengan: Sudah terselenggarakah Pos PAUD? ; Penyelenggaraan dibawah siapa? ; Berapa Kali sebulan ? ; Jumlah anak yang mengikuti ? ; Proses/Aktivitas kegiatannya seperti apa? ; Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan Pos PAUD dan perannya seperti apa? Kendala/tantangan yang dihadapi?

Dalam sesi ini setiap Pos PAUD memaparkan hasil diskusinya lalu, dalam diskusi ada input baik dari fasilitator YSKK dan peserta yang memiliki pengalaman yang sama, khusunya focus pada tantangan yang dihadapi. Setelah semua Pos PAUD/ Posyandu mendapatkan input atau tanggapan terkait tantangan yang dihadapi, fasilitator dari YSKK, terkait beberapa kendala/tantangan yang dihadapi memang menuntut partisipasi segala pihak agar mengambil peran di dalam penyelenggaraan Pos PAUD dan dikuatkan kembali terkait dengan prinsip penyelenggaraan Pos PAUD yang Berbasis pada Masyarakat.

Sesi ketiga membahas menganai harapan dan langkah-langkah untuk mewujudkannya dari setiap Pos Paud dan Posyandu selama 3 bulan kedepan, mbak Lusi selaku fasilitator meminta kepada setiap Pos PAUD/ Posyandu untuk menyusun harapan selama 3 bulan kedepan dan langkah-langkah apa yang dilakukan untuk meraih harapan tersebut. Pada sesi ini 9 dari 11 Pos PAUD/ Posyandu yang datang telah menyusun harapan 3 bulan kedepan dan langkah-langkah yang direncanakan untuk mencapainya. (adapun hasil lengkapnya tertuang dalam rekaman proses pelaksanaan kegiatan Pertemuan Konsultatif: Peningkatan Kualitas Layanan POS PAUD)

setelah Pertemuan Konsultatif  berakhir, pendamping berkunjung ke rumah Bapak Yatin untuk berkoordinasi terkait dengan rekrutmen pendidik baru di TP Permata Hati dan perkembangan unit usaha yang saat ini sedang dikerjakan. Terkait dengan pendidik baru sudah ada yang sudah mendaftar 2 orang, kemungkinan akan ditarik semua, hal ini karena salah satu pendidik menjabat di kepengurusan Himpaudi yang sering tersita waktunya untuk mengajar. namun yang menjadi perhatian adalah anggaran untuk honor pendidiknya serta perlu pula untuk melihat kapasitas pendaftarnya. terkait dengan unit usaha satu kambing telah terjual, untuk saat ini harga bibit kambing masih tinggi dan masih belum berani beli, sempat koordinasi terkait dengan ide dari mbak lusi untuk usaha amrah barang/hewan masih menjadi pertimbangan dari pengurus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s