Menggagas Pembangunan Ekonomi di Sukoharjo dalam ” Rembug Soloraya: Sukoharjo Mau Dibawa Kemana? “

Rembug Soloraya yang diadakan di Universitas Veretan Sukoharjo terlaksana atas kerjasama Harian Solopos dengan Universitas tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Selasa, 17 Maret 2015 tersebut menghadirkan sedianya menghadirkan 3 narasumber, namun yang dapat hadir yaitu 2 orang Narasumber yaitu Dr. Aidul Fitriciada (Pakar Hukum dan Politik dari UMS) dan S. Widiyono (Pengusaha dari Sukoharjo) sedangkan Rektor Universitas Veteran Bangun Nusantara sebagai pembicara ketiga berhalangan hadir karena ada kegiatan lain yang bersamaan dan tidak dapat ditinggalkan. Rembug Soloraya edisi ini mengangkat tema  Sukoharjo Mau Dibawa Kemana ? “Bagaimana Strategi Pembangunan Ekonomi Bisnis di Sukoharjo tahun 2015-2020”

Ichwan Prasetyo dari Solopos berperan sebagai moderator dalam kegiatan ini. Pak Aidul Fitri banyak menyampaikan berbagai landasan hukum terkait dengan pelaksanaan Pilkada dan persyaratan seorang calon bupati ditinjau dari undang-undang yang berlaku saat ini. Beliau juga menyoroti terkait dengan susahnya mengakses Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Sukoharjo. Salah satu pentingnya mengetahui secara detail mengenai RPJP adalah memberikan gambaran arah pembangunan jangka panjang di Kabupaten Sukoharjo. Apalagi Kabupaten Sukoharjo akan menyelenggarakan Pilkada pada tahun 2015 ini, sehingga para calon bupati dapat mempelajarinya sebagai bekal dalam mengembangkan visi dan misi yang akan dibawa untuk membangun sukoharjo kedepan, yang idealnya harus sesuai dengan RPJP tersebut.

Di dalam pertemuan yang dihadiri lintas stakeholder di Kabupaten Sukoharjo itu, S.Widiyono selaku narasumber dari pelaku usaha menyampaikan paparannya yang mengupas tetang berbagai potensi di Sukoharjo. Mulai dari potensi sumber daya manusia ataupun potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan untuk pertenian, industri dan pariwisata. Pak Widi juga menggaris bawahi terkait perlunya mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata terkait dengan keberadaan sungai Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Sukoharjo.

Setelah sesi pemaparan materi selesai, masuk pada sesi tanya jawab dan curah pendapat. Pada sesi inilah gagasan para peserta disampaikan mengenai pembangunan ekonomi di Sukoharjo. Saya sebagai salah satu peserta menyampaikan mengenai perlunya memberikan perhatian terhadap pembangunan ekonomi di tingkat desa. Pengusaha mikro yang ada di desa sangat berperan dalam menggerakkan ekonomi di tataran pedesaan, oleh karena itu perlu memperoleh perhatian lebih. Pembangunan di tataran desa perlu diperhatikan dengan baik, hal ini tidak lepas dari adanya UU tentang Desa yang diikuti dengan diamanahkannya pendirian BUMDes. Di sesi tanya jawab saya bertanya kepada salah satu narasumber, Bapak Aidul Fitriciada, mengenai Bagaimanakah peran BUMDes dalam pembangunan ekonomi ditingkat Desa ?

Disampaikan bahwa BUMDes adalah sebuah Badan Usaha Milik Desa yang dikelola oleh Desa. Desa juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan usaha misalnya sebelumnya ada KUD. Untuk jenis usaha dicontohkan bisa dalam bidang pertanian, atau sesuai dengan potensi yang ada di desa.

Rembug Soloraya ini dirasa cukup strategis karena dapat menampung aspirasi dan partisipasi gagasan dari berbagai pihak di Kabupaten Sukoharjo, dalam upaya pengembangan strategi pembangunan ekonomi di Kabupaten Sukoharjo khususnya lima tahun kedepan.

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s