Persiapan Festival Hompimpah

Dunia anak sangat dekat dengan dunia bermain. Bermain adalah sesuatu hal yang sangat menyenangkan bagi anak. Keinginan bermain adalah dorongan alamiah seorang anak. Sejak zaman dulu sampai dengan saat ini perkembangan ragam jenis permainan bagi anak begitu bervariasi. Mulai dari permainan tradisional sampai dengan permainan modern.

Dewasa ini anak-anak banyak lebih suka memainkan permainan-permainan yang berbasis teknologi. Mulai dari game yang tersedia di handphone sampai di video game yang dapat ditemui di berbagai persewaan. Play zone yang menjamur di berbagai pasar modern atau mall pun ramai dikunjungi oleh anak-anak di zaman sekarang. Game online pun marak didatangi anak-anak di berbagai warung internet yang menyediakan fasilitas ini.

Permainan Tradisional juga sempat menjadi primadona, namun di era saat ini sudah tak banyak yang memainkannya. Permainan semacam Jamuran, Gobak sodor, engklek, dakon dan cublak-cublak suweng tidak banyak dimainkan lagi atau bahkan hanya sekedar paham cara bermainnya pun tak banyak anak mengerti. Hal ini mungkin karena jarang ada yang mengajak anak-anak untuk memainkan permainan ini. Sehingga keseruan dan keasyikan bermain permainan seperti yang dirasakan anak-anak di masa yang telah lalu ini tidak dapat dirasakan anak-anak dijaman modern ini.

Anak yang dekat dengan dunia bermain perlu mendapatkan stimulus yang tepat sejak dini. Permainan tradisional sebagai salah satu warisan budaya bangsa diyakini membawa banyak manfaat bagi perkembangan anak. Permainan Tradisional tak hanya asyik untuk dimainkan tapi juga dapat merangsang perkembangan motorik kasar maupun halus, kognitif, moral, bahasa, seni dan sosial emosional anak. Permainan tradisional juga membiasakan anak untuk kreatif dan tidak konsumtif karena berbagai perlengkapan/mainan yang digunakan berasal dari olahan bahan alam maupun barang bekas yang ada disekitar anak-anak. Lembaga PAUD yang menggunakan media bermain sebagai media belajarnya anak usia dini dirasa tepat dengan dunia anak yang dekat dengan dunia bermain. Anak-anak sembari bermain juga dapat mengenal warisan budaya bangsanya.

 

Terkait dengan berbagai hal diatas YSKK berencana mengadakan kegiatan yang Bertajuk Festival HOMPIMPAH. Sebuah kegiatan yang menyajikan berbagai dolanan tradisional kepada anak usia dini dan pendidiknya. Kegiatan ini hadir dengan tujuan untuk mengedukasi pentingnya pengintegrasian budaya lokal berupa dolanan tradisional di dalam kegiatan PAUD untuk menstimulus perkembangan Anak Usia Dini.

Agar kegiatan ini dapat berjalan optimal dan semakin besar manfaatnya, maka YSKK merasa perlu untuk melakukan sinergi dengan berbagai pihak. Salah satu pihak yang dipandang memiliki kapasitas dalam hal ini adalah Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang bergerak dibidang pendidikan yang salah satunya adalah Pendidikan Anak Usia Dini melalui salah satu program studinya. Komunikasipun dilakukan dengan Program Studi PG PAUD UMS pada hari Jumat, 24 April 2015. YSKK bertemu dengan Bapak Ilham Sunaryo selaku KaProdinya. Sambutannyapun baik terhadap kegiatan ini dan terbuka peluang untuk bersinergi. Dan perlu dilakukan pertemuan lagi untuk membahas konsep acaranya. Semoga sinergi ini dapat terlaksana, karena kegiatan ini dirasa penting dan srategis untuk edukasi bagi masyarakat dan praktisi pendidikan anak usia dini mengenai pentingnya budaya lokal berupa dolanan tradisional untuk anak.

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s