Citra Diri Pendidik PAUD Ramah Anak

“Pendidik yang ramah itu ya murah senyum, sabar, menghargai pendapat anak dan bisa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak” begitu pendapat bunda Yatmini , Pendidik PAUD Permata Hati menggambarkan sosok bunda PAUD yang Ramah Anak.

Rabu, 18 Mei 2016 yang lalu di PAUD Permata Hati digelar diskusi bersama dengan kawan-kawan Pendidik Taman Pintar dan Pos PAUD dampingan YSKK di Kecamatan Weru. Diskusi yang dihadiri 17 pendidik tersebut membahas mengenai pengembangan konsep Sekolah Ramah Anak di Jenjang PAUD. Salah satu hal yang menjadi pokok bahasan yaitu mendiskusikan Citra Diri Pendidik PAUD yang Ramah Anak.

Sekolah sebagai salah satu lingkungan bagi pendidikan anak, sudah semestinya pula menjadi salah satu tempat terbaik, teraman dan ternyaman bagi anak-anak didiknya. Saat ini program sekolah ramah anak sedang digaungkan dari pusat hingga di daerah. Sekolah ramah anak merupakan sebuah satuan pendidikan yang mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak, dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan mekanisme pengaduan.

Program sekolah ramah anak dirasa perlu dilakukan mulai dari jenjang pendidikan anak sedini mungkin dini. PAUD merupakan jenjang pendidikan pertama seorang anak mengenal lingkungan sekolah dan diharapkan menjadi pelopor layanan pendidikan yang ramah untuk anak didiknya. Diharapkan dengan adanya Program Sekolah Ramah Anak ini, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan segala keceriaannya perlu memastikan pendidikan mereka tanpa ada kekerasan, tanpa ada rasa takut sehingga anak mampu mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya secara positif dalam berbagai bentuk.

Terselenggaranya sekolah ramah anak di PAUD tentunya menjadi tanggungjawab berbagai pihak baik penyelenggara pendidikan, masyarakat sekitar, dan tentu orang tua/wali murid. Penyelenggara pendidikan termasuk didalamnya pendidik sebagai elemen yang bersentuhan langsung dalam proses stimulasi tumbuh kembang anak usia dini pendidik diharapkan dapat memenuhi hak-hak anak di PAUD.

Dalam diskusi tersebut menghasilkan rumusan mengenai sikap dasar pendidik PAUD yang Ramah Anak. Adapun sikap dasar yang dimaksud antara lain;  Sabar (tidak boleh marah pada anak), Murah senyum, Jujur, Supel, Berpenampilan menarik bagi anak (berpakaian yang sopan), Dapat masuk/mudah diterima oleh anak-anak dalam situasi apapun), Dapat menghargai anak, Dapat memberi dan menjadi contoh, Ramah pada anak di PAUD dan lingkungan rumah, Santun dalam menyampaikan setiap perkataan, Sering mengajak ngobrol sama anak, Selalu menyapa dimanapun bertemu dengan anak, Mampu memahami karakter anak didik, Mau minta maaf jika melakukan kesalahan, Pendidik terampil dalam tari/gerak lagu, nyanyi, dongeng, Menjadi pendengar yang baik, Responsif terhadap perilaku dan pertanyaan anak, Mampu menjadi teman bermain, Mampu menggunakan bahasa yang dipahami anak, Tanggung jawab (tepat waktu, disiplin di sekolah), Mampu menghibur anak (lucu), Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

Tentunya tak sekedar terumuskan sikap-sikap dasar pendidik yang ramah anak saja, perlu komitmen untuk menjalankannya. Perlu ditindak lanjuti pula dengan medokumentasikannya menjadi sebuah aturan yang dapat menjadi pegangan setiap pendidik dalam menstimulasi tumbuh kembang anak usia dini. Dengan hadirnya pendidik PAUD yang ramah anak, maka anak-anak akan merasa aman, nyaman, senang dan dapat tumbuh dan berkembang baik di usia emasnya.

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s