Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini

“ Pendidikan Karakter perlu dikenalkan kepada anak sejak usia dini, bisa melalui dongeng yang memiliki pesan moral bagi anak, bisa juga dengan nyanyian atau permainan “ terang mas angga dari YSKK dalam pertemuan Pendidik PAUD di Kecamatan Weru.

Di era globalisasi ini, pendidikan karakter perlu menjadi perhatian keluarga maupun sekolah. Pendidikan Karakter dilakukan untuk membentuk pribadi generasi penerus bangsa yang sesuai dengan identitas bangsanya. Tidak hanya mengenal baik dan buruk, tapi bagaimana memahaminya, menghayatinya dan mengamalkannya.

Menumbuhkan karakter sesorang tentunya membutuhkan sebuah proses panjang. Dan proses terbaik dimulainya pendidikan karakter adalah sejak usia dini. Pendidikan karakter sejak di usia dini sendiri diyakini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan kemampuan dan sikap dasar bagi seorang anak sejak berada di usia emasnya.  Maka menjadi strategis bila Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini menggiatkan pendidikan karakter dalam proses pembelajarannya.

Pada pertemuan pendidik Taman Pintar dan Pos PAUD, Kamis 16 Juni 2016 yang dihadiri oleh 25 pendidik tersebut disampaikan mengenai pendidikan karakter untuk anak. Diawali dengan dengan menceritakan sebuah kisah di jaman Nabi Muhammad SAW.  Melalui media bercerita tersebut, Pendidik diberikan sebuah contoh bagaimana trik menanamkan pendidikan karakter kepada anak dengan mendongeng. Selain dengan menggunakan media mendongeng, pendidikan karakter di PAUD juga dapat dilakukan dengan media nyanyian dan permainan.

Pemilihan metode maupun tema yang akan diangkat melalui pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter dapat diambil sesuai dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak. Ada 18 nilai-nilai pendidikan karakter yang bisa digunakan sebagai tema yaitu Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta tanah air, Menghargai prestasi, Bersahabat/komunikatif, Cinta Damai, Gemar membaca, Peduli lingkungan, Peduli social, Tanggung jawab.

Pendidik dapat mengambil lagu-lagu yang bermuatan pesan moral bagi anak atau sekreatif mungkin untuk menggubah lirik lagu yang menarik sesaui dengan nilai apa yang ingin diangkat. Lagu-lagu anak tradisional juga bisa digunakan untuk pendidikan karakter. lagu tradisional banyak mengandung nilai-nilai moral bagi anak. Misalnya adalah Mentok-Mentok yang menanamkan pesan moral agar orang yang suka bekerja keras jangan malas seperti mentok, Lagu Gundul-Gundul Pacul yang mengajarkan agar tidak sombong, atau lagu kodok Ngorek yang memotivasi anak agar berprestasi.

Permainan juga bisa diangkat untuk penanaman pendidikan karakter. Misalnya beberapa permainan tradisional seperti engklek, dari permainan ini anak-anak akan terstimulus berperilaku disiplin untuk menaati aturan main, berusaha keras dan mandiri menampilkan aksinya, bersosialisasi dan menghargai keberhasilan teman lain. Atau permainan lain seperti betengan yang mengajarkan tanggung jawab, komunikatif, kreatif dan kepedulian sosial antar teman dengan tolong menolong.

Dongeng juga digunakan dalam pendidikan karakter. Misalnya bawang merah dan bawang putih mengajarkan kepada anak perbuatan yang baik dan yang jahat. Pendidik atau orangtua juga bisa menceritakan kisah-kisah pada jaman Nabi dan Rasul.

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s