Belajar tentang Ramah Anak di PAUD Muslimat

 

“Pendidik yang ramah anak itu bisa menjadi teman bagi anak,… ketika jadi teman bermain ya harus centil/kemayu seperti anak-anak ,… ketika berbicara dengan anak ya pakai bahasanya anak-anak” ungkap Bu Sugi salah satu pendidik di PAUD Muslimat

Senin, 22 Agustus 2016 yang lalu saya berkunjung ke PAUD Muslimat yang berada di Desa Mandan, Sukoharjo. PAUD yang dulu sempat menjadi tempat magang pendidik PAUD Taman Pintar enam tahun lalu. Giliran saya mendapat kesempatan berbincang dan menimba ilmu  terkait dengan PAUD yang ramah bagi anak dengan para bunda di PAUD tersebut.

Belajar dari PAUD Muslimat, sebuah PAUD yang ramah anak itu salah satunya dipengaruhi oleh pendidik yang ada didalamnya. Ketika pendidik itu ramah, maka anak-anak akan merasa nyaman, aman dan senang kepadanya, bahkan menjadi idola. Menjadi pendidik PAUD merupakan sebuah pilihan dan merupakan panggilan dari hati nurani dan rasa kecintaan pada dunia anak. Beberapa cerminan seorang pendidik yang ramah anak antara lain memiliki kedekatan dengan anak dan bisa menjadi teman bagi anak, teman bermain, teman bicara, teman cerita, menjadi pendengar yang baik dan penuh keceriaan. Sebagai pendidik di PAUD yang setiap hari memfasilitasi kegiatan anak wajib paham mengenai hak-hak anak. Untuk meningkatkan kapasitas pendidik mengenai hak anak didapatkan dari pelatihan-pelatihan yang didikuti oleh pendidik salah satunya diklat dasar yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Sukoharjo.

Agar PAUD menjadi tempat yang ramah dan menyenangkan bagi anak, pembelajaranpun perlu dibuat semenarik mungkin. Pembelajaran yang dikembangkan antaralain adalah pembelajaran secara langsung seperti mengenal jenis tumbuhan dan hewan dengan mengamati langsung benda tersebut. Anak-anakpun juga diajak untuk berpartisipasi menuangkan ide ingin bermain tentang apa. Selain itu permainan pun dibuat variatif dan menyenangkan mulai dari permainan modern sampai permainan tradisional yang menstimulus berbagai aspek perkembangan anak.

Peran orangtua dalam mewujudkan ramah anak juga menjadi bagian penting. Pembiasaan perilaku ramah kepada anak yang sudah terselenggara di PAUD akan lebih optimal lagi jika berkelanjutan di lingkungan keluarga. Waktu anak di lingkungan sekolah lebih sedikit dibanding di lingkungan keluarga, oleh karena itulah orangtua perlu membiasakan perilaku yang ramah terhadap anak dilingkungan keluarga pula. Salah satu cara untuk mensosialisasikan mengenai pendidikan ramah anak kepada orangtua melalui parenting education.

 

 

 

 

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s