Diskusi Perspektif Budaya Jawa terhadap Disabilitas

Sebuah diskusi yang digelar oleh Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Solo mengambil tema Perspektif Budaya Jawa terhadap Disabilitas. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 15 September 2016 di Hotel Sala View. Diskusi ini dimoderatori oleh Mas Ichwan Prasetyo.

Dalam pendahuluan kegiatan disampaikan bahwa budaya jawa telah menyebar dan dikagumi baik di bumi nusantara Indonesia maupun dunia Internasional. Penyebaran sebuah budaya dibawa oleh bahasa termasuk budaya jawa. Bahasa jawa memiliki kekhasan dengan adanya penggunaan tingkatan dari kasar sampai paling halus. Bahasa jawa dipandang sebagai bentuk budaya yang mencerminkan cara menghargai oranglain. Termasuk menghargai berbagai perbedaaan yang ada. Maka dengan demikian akan menghindari rasa terpinggirkan dan ketidak adilan dalam pergaulan sosial.

Namun muncul keprihatinan juga karena sudah tidak banyak generasi muda yang menggunakan bahasa jawa dengan baik dan benar. Diskusi ini ingin memotret bagaimana pengaruh nilai-nilai bahasa jawa mamapu memberikan pendidikan terhadap generasi muda dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif. Pendidikan terhadap generasi muda melalui budaya juga akan memotong adanya stigma negatif terhadap kaum difabel.

Kegiatan ini mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan bagaimana budaya jawa memandang terhadap disabilitas. Diskusi ini mengundang berbagai unsur masyarakat, seperti Tokoh Seni Budaya Jawa, Perguruan Tinggi, Penulis dan Penerbit Buku, kelompok pemuda, lembaga swadaya masyarakat dan dinas-dinas terkait untuk ikut berdiskusi.

Dalam diskusi tersebut ditemukan beberapa hal menarik. Bahwa budaya jawa tidak mempermasalahkan perbedaan antara satu orang dengan orang lain. Saling menghargai dan tepo sliro mewarnai setiap proses sosialisasi yang terjadi di masyarakat. Bahkan sejak kecil anak-anak bersosialisasi dengan penuh kewajaran dan mau menerima perbedaan. Kondisi yang berkembang saat ini sangat dipengaruhi oleh moderenitas, ada hal-hal baru yang positif yang datang namun tanpa disadari ada nilai-nilai positif yang dulu ada sudah ada mulai luntur.

 

 

 

Advertisements
By YSKK

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s