Kreasi Jajanan Sehat dan Menarik untuk Anak

Makanan ringan atau yang sering kita sebut “jajanan” menjadi sesuatu yang digemari oleh anak-anak. Sayangnya tidak semua jajanan yang ada disekitar kita aman bagi anak. Orangtua harus pandai-pandai berkreasi untuk menciptakan makanan yang lebih sehat dan tentunya menarik bagi anak. PAUD Candi Asri Desa Ngreco Kecamatan Weru pada Rabu, 22 Februari 2017 bersama dengan para orangtua murid menggelar sebuah kegiatan bertajuk “Kreasi Menu Makanan Anak yang Menarik dan Aman”.

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan kegiatan parenting education ini dilaksanakan dengan praktek memasak. Para orangtua dengan senang hati membawa peralatan yang dibutuhkan untuk memasak. Dalam waktu dua jam mereka bekerjasama saling bantu membantu dalam sebuah tim layaknya para koki yang handal.

Dengan berbahan dasar ubi, para mama membuat berbagai kreasi makanan yang sehat dan menarik perhatian anak. Ketika waktu menujukkan pukul 10.00 WIB, telah tersaji 6 buah menu makanan dimeja setiap tim. Ada yang membuat brownis, bakpao, kue mochi, bolu maupun klepon.

Anak-anak terliat begitu antusias melihat dan menikmati makanan yang dibuat orangtua mereka. Para orangtua juga terlihat begitu bangga dan bahagia telah berhasil membuat kreasi makanan untuk anak mereka. Para bunda pendidik PAUD juga begitu bersemangat mencicipi dan memberikan pendapat mereka.

Parenting education di PAUD Candi Asri ini begitu berkesan dan bermanfaat. Orangtua semakin terampil untuk berkreasi mempersembahkan makanan sehat bagi anak. Anak-anak juga mendapatkan alternatif pilihan makanan/jajanan yang sehat, nikmat dan menarik. Dan dengan kegiatan ini pula dapat mendukung program PAUD Candi Asri yang ingin menjadikan sekolahnya sebagai PAUD Ramah Anak mulai dari makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak.

By YSKK

Membangun Partisipasi Orangtua untuk Mewujudkan PAUD Ramah Anak

Dukungan orangtua untuk mewujudkan pendidikan ramah anak sangatlah penting. PAUD Nurul Amal Desa Alasombo Kecamatan Weru pada tanggal 1 Februari 2017 lalu menggelar Parenting Education dengan mengambil tema “Membangun Peran Serta Orangtua untuk Mewujudkan PAUD Ramah Anak”. Parenting education yang digelar sebulan sekali untuk orangtua/wali murid tersebut diyakini sebagai sarana yang tepat untuk berbagi pengetahuan dan menguatkan sikap orangtua dalam mengasuh anak usia dini.

PAUD kita ketahui sebagai jenjang pendidikan pertama seorang anak untuk mengenal lingkungan sekolah. Oleh karena itu diharapkan PAUD menjadi pelopor layanan pendidikan yang ramah anak. Dengan adanya PAUD Ramah Anak, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan segala keceriaannya tanpa ada kekerasan dan tanpa ada rasa takut sehingga anak mampu mengekspresikan dirinya secara positif.

Terselenggaranya PAUD ramah anak ini tentunya menjadi tanggungjawab berbagai pihak baik pendidik PAUD, pengurus PAUD, masyarakat sekitar maupun orangtua anak usia dini.

Pendidik sebagai elemen yang bersentuhan langsung dalam proses stimulasi tumbuh kembang anak usia dini diharapkan dapat memenuhi hak-hak anak di lingkungan PAUD. Pengurus juga memiliki peran yang cukup strategis yaitu berperan dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi anak. Masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan masyarakat di sekitar sekolah yang mendukung terhadap program ramah anak.

Begitu pula orang tua, dapat berperan penting dalam mewujudkan pendidikan ramah anak sejak usia dini. Ada berbagai peran/partisipasi orang tua yang dirumuskan dari kegiatan Parenting education di PAUD Nurul Amal untuk mendukung program ramah anak. Adapun bentuk dukungan orangtua tersebut antara lain menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok ketika masuk area sekolah, menyediakan makanan sehat untuk bekal anak, berbicara santun kepada anak atau disekitar anak, berperilaku sopan dalam hal berpakaian maupun bertingkah laku, serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap anak baik kakerasan yang bentuknya fisik maupun psikis.

Diharapkan kerjasama yang baik dari segenap pihak termasuk orangtua, dapat mewujudkan pendidikan anak usia dini yang ramah anak. Sebuah pendidikan yang aman, nyaman dan menyenangkan untuk anak.

By YSKK

Membangun Kerjasama Pendidik PAUD melalui Outbond

Kerjasama yang baik antar pendidik menjadi hal yang menentukan bagi kemajuan sebuah Lembaga PAUD. Untuk membangun kejasama antar pendidik PAUD, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menggelar kegiatan outbond untuk para pendidik PAUD di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Januari 2017 di Gunung Taruwongso Tawangsari. Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang pendidik ini berlangsung penuh semangat, kebersamaan dan kegembiraan.

Pendidik menjadi salah satu elemen penting di sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengembangan kapasitas seorang pendidik menjadi sebuah hal yang perlu untuk senantiasa diperbarui. Kualitas pendidik bukan hanya dilihat dari kapasitas akademis saja, tetapi juga kapasitas dalam pengembangan diri dan membangun kerjasama tim.

Rutinitas tanpa adanya hal baru dapat membuat kejenuhan bagi manusia, demikian juga bagi pendidik PAUD. Hal ini dapat berakibat menurunnya produktifitas, kinerja, kreatifitas, hubungan kerjasama dengan rekan pendidik lainnya di dalam tim lembaga PAUD. Jika itu terjadi, proses fasilitasi pembelajaran atau kegiatan lainnya dalam lembaga PAUD menjadi terganggu. Hal-hal non teknis seperti inilah yang perlu mendapatkan perhatian.

Guna membangun kerjasama tim di lembaga PAUD, maka perlu dilakukan dengan sebuah kegiatan  yang melibatkan antar pendidik dalam sebuah suasana kebersamaan. Salah satu caranya adalah dengan kebersamaan di alam bebas melalui kegiatan outbond. Outbond dipercaya sebagai sarana untuk meningkatkan komunikasi personal antar individu, meningkatkan kepercayaan diri, mengelola konflik, membangun kepemimpinan dan menguatkan kerjasama tim. Maka melalui kegiatan Temu Inspirasi Pendidik PAUD Serial pada bulan Januari 2017 ini, YSKK berupaya mengajak komunitas dampingan pendidik PAUD di Kecamatan Weru untuk meningkatkan kerjasama, kekompakan dan komunikasi sambil refresing di alam terbuka. Kegiatan ini dikemas dalam tema “Outbond Kerjasama Pendidik PAUD.”

Kegiatan outbond ini bertujuan untuk membangun kerjasama antar pendidik di lingkungan PAUD. Melalui berbagai permainan, pendidik diajak bermain dan mengulas makna yang didapat disetiap permainan. Banyak makna yang terkandung dari setiap permainan, seperti pentingnya membangun komunikasi antar pendidik, perlunya menguatkan jiwa kepemimpinan, pentingnya berbagi tugas dan membangun kerjasama tim di sebuah lembaga PAUD.

Menjaga Keberlanjutan PAUD Melalui Kewirausahaan Sosial

Hadirnya Lembaga PAUD diberbagai daerah menjadi dampak positif dalam upaya peningkatan kualitas hidup anak usia dini, khususnya yang berada di wilayah pinggiran dan pedesaan. Namun, harus difikirkan pula bagaimana PAUD yang ada tetap bertahan seiring berjalannya waktu. Perlu ada inovasi dari lembaga PAUD agar lebih mandiri. Inovasi yang dilakukan PAUD Candi Asri  ada di Desa Ngreco Kecamatan Weru adalah dengan mengembangkan Kewirausahaan Sosial.

Kewirausahaan sosial yang dikembangkan memiliki prinsip bahwa kegiatan tersebut mengandung nilai pemberdayaan masyarakat yaitu menciptakan kesejahteraan sosial masyarakat sekaligus menghasilkan keuntungan finansial bagi PAUD. Memang bukan hal mudah untuk memadukan prinsip pemberdayaan dengan bisnis, tapi hal inilah yang menjadi kekhasan dari konsep kewirausahaan sosial. Kewirausahaan sosial yang dikembangkan juga didasarkan pada potensi yang dimiliki PAUD dan kondisi masyarakat setempat.

Langkah pengembangan usaha ini dirintis sejak tahun 2012. Melalui sebuah Workshop Perencanaan Usaha, pengurus dan pendidik berkumpul merancang unit usaha yang sesuai dengan potensi di wilayahnya masing-masing. Berdasar workshop tersebut akhirnya PAUD Candi Asri menyepakati Penyertaan Modal dan Pengadaan (Amprah) Barang sebagai jenis usaha yang dikembangkan.

Jenis usaha penyertaan modal dilakukan melalui kerjasama  dengan masyarakat sekitar yang memiliki usaha atau mengembangkan usaha. Jenis usaha, jangka waktu  dan Pembagaian keuntungan dibahas dan disepakati bersama oleh pengelola unit usaha PAUD dan Mitra Kerja.

Sedangkan usaha pengadaan(amprah) barang  dilakukan dengan menyediakan barang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Pembayaran dilakukan secara diangsur sebanyak 5 kali sampai 15 kali tergantung besarnya nilai barang. Keuntungan yang diperoleh berasal dari prosentase atas nilai barang yang diamprah. Barang-barang yang diamprah antaralain seperti alat elektronik, mebel, maupun pakaian. Prosesnya juga dilakukan secara terbuka, orang yang akan mengamprah barang dipersilahkan memilih barang yang diinginkan baik jenis, merk dan harganya. Sehingga pengamprah tahu betul kondisi barang dan berapa besaran keuntungan yang diterima oleh unit usaha PAUD.

Keuntungan yang didapatkan dari unit usaha penyertaan modal dan amprah barang di PAUD Candi Asri ini menjadi salah satu alternatif pemasukan dana bagi PAUD. Sehingga bisa berkontribusi untuk menopang kebutuhan operasional PAUD, sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat yang didapaatkan dari keberadaan PAUD.

By YSKK

PAUD Nurul Amal Belajar tentang Usaha Amprah Barang

Hadirnya Lembaga PAUD diberbagai daerah menjadi dampak positif dalam upaya peningkatan kualitas hidup anak usia dini, khususnya yang berada di wilayah pinggiran dan pedesaan. Namun, harus difikirkan pula bagaimana PAUD yang dilahirkan tetap bertahan seiring berjalannya waktu. Taman Pintar (TP) sebagai lembaga PAUD yang ada di Kecamatan Weru, diharapan juga mampu semakin mandiri dalam mengelola diri. Kemandirian yang diharapkan salah satunya adalah dalam memenuhi kebutuhan operasionalnya. Perlu ada strategi khusus yang perlu dilakukan agar ada sumber pemasukan dana bagi Taman Pintar. Dan strategi yang dilakukan Taman Pintar salah satunya dengan menjalankan unit usaha.

Pada tahun 2012 Taman Pintar melalui sebuah Workshop Perencanaan Usaha, pengurus dan pendidik berkumpul merancang unit usaha yang sesuai dengan potensi di wilayahnya masing-masing. Berdasar workshop tersebut akhirnya Lima Taman Pintar mengembangkan Rencana Usaha. Salah satunya TP Nurul Amal Desa Alasombo Kecamatan Weru, yang pada awalnya mengembangkan unit usaha simpan pinjam.

Seiring berjalannya waktu unit usaha simpan pinjam mengalami pasang surut dan muncul banyak tantangan yang sering ditemui, akhirnya pada Bulan Desember 2016 yang lalu Pendidik dan Pengurus PAUD Nurul Amal menyepakati untuk mencari alternatif unit usaha lain. Hal ini dilatar belakangi kurang berhasilnya unit usaha simpan pinjam dana.

Sebelum beralih ke unit usaha lain tentunya perlu untuk mempelajari seluk beluk tentang alternatif usaha lain tersebut. Salah satu alternatif usaha yang ingin dipelajari adalah usaha amprah barang. Amprah barang merupakan unit usaha yang tak asing dikalangan pendidik Taman Pintar, Unit usaha ini sukses dilakukan oleh TP Candi Asri. Kesuksesan inilah yang ingin dipelajarai oleh kawan-kawan TP Nurul Amal.

Kamis, 12 Januari 2017 yang lalu Para Pendidik TP Nurul Amal berkumpul untuk mempelajari mekanisme dan aturan usaha amprah barang yang selama ini dikembangkan di TP Candi Asri. Mekanisme usaha yang dikembangkan sudah berjalan lancar. Diawali dengan pengajuan permohonan amprah barang dari pengamprah/mitra kerja kepada pengelola dengan mengisi formulir ajuan amprah. Lalu pengelola melakukan verifikasi administrasi dan lapangan untuk menentukan kelayakan. Setelah itu pengelola mengajukan rekomendasi kepada ketua/pengurus. Baru setelah itu masuk proses pencairan dan mengisi surat perjanjian/kesepakatan.

Sedangkan beberapa aturan umum yang digunakan dalam usaha amprah barang ini antara lain mengatur mengenai siapa yang bisa menjadi mitra kerja/pengamprah barang, seperti alamatnya dan kesediaannya untuk mentaati aturan yang ada. Adapun aturan khususnya mengatur mengenai batasan besaran nilai amprah, besarnya bunga/keuntungan, cara mengangsur, reward dan bentuk jaminannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha ini yaitu disiplin dalam pembukuan setiap transaksi keuangan. Mulai dari bukti transaksi, buku kas harian, buku kas masuk dan keluar, Neraca maupun Laporan Rugi/Laba. Tertibnya pembukuan akan menjadi sarana memonitoring maju mundurnya sebuah usaha.

Berdasarkan beberapa hal yang dipelajari mengenai seluk beluk usaha amprah barang ini akan disampaikan kepada pengurus. Dan akan menjadi salah satu alternatif pilihan mengenai jenis usaha baru yang akan dikembangkan di TP Nurul Amal kedepannya.

By YSKK

PAUD Ramah Butuh Dukungan Orangtua

PAUD merupakan jenjang pendidikan pertama seorang anak mengenal lingkungan sekolah dan diharapkan menjadi pelopor layanan pendidikan yang ramah untuk anak didiknya. Diharapkan dengan adanya PAUD Ramah Anak, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan segala keceriaannya perlu memastikan pendidikan mereka tanpa ada kekerasan, tanpa ada rasa takut sehingga anak mampu mengekspresikan dirinya secara positif dalam berbagai bentuk. Terselenggaranya PAUD ramah anak ini tentunya menjadi tanggungjawab berbagai pihak baik pendidik dan pengurus PAUD, masyarakat sekitar maupun orangtua anak usia dini.

Pendidik sebagai elemen yang bersentuhan langsung dalam proses stimulasi tumbuh kembang anak usia dini diharapkan dapat memenuhi hak-hak anak di PAUD. Pendidik membangun komunikasi dan pendekatan yang ramah pada anak. Melalui pembelajaran yang mendidik, menyenangkan dan berbudaya. Serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, aman dan nyaman. Pengurus juga memiliki peran yang cukup strategis yaitu berperan dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ramah bagi anak. Masyarakat juga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan masyarakat di sekitar sekolah yang mendukung terhadap program ramah anak.

Begitu pula orang tua, adalah elemen penting dalam mewujudkan pendidikan anak sejak usia dini yang ramah. Ada berbagai bentuk dukungan orang tua yang dapat dilakukan untuk mendukung program ramah anak. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dengan membuang sampah pada tempatnya dan tidak merokok ketika masuk area sekolah. Menyediakan makanan sehat untuk anak dengan membawakan bekal yang tidak mengandung zat-zat yang tidak baik bagi anak, seperti pengawet atau pemanis buatan. Berbicara santun kepada anak atau disekitar anak karena anak-anak bisa menirukan perkataan orangtua, maka berbicaralah dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti anak dan mendidik bagi anak. Berperilaku sopan bisa di terjemahkan dalam hal berpakaian maupun bertingkah laku, karena anak sering mencontoh tindakan-tindakan orang yang ada disekitarnya. Tidak melakukan tindak kekerasan terhadap anak baik kakerasan yang bentuknya fisik maupun psikis.

Dukungan orangtua sangatlah berdampak penting untuk mewujudkan program sekolah ramah anak. Terkait dengan hal itu maka perlu ada strategi yang dikembangkan untuk mendorong peran serta orangtua dalam mewujudkan PAUD Ramah Anak. Strategi yang dilakukan Taman Pintar-Pos PAUD di Kecamatan Weru untuk mendorong dukungan orangtua dengan menggunakan media Parenting Education.

Parenting Education adalah sebuah sarana transfer pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada para orangtua terkait dengan pengasuhan anak usia dini. Parenting education diyakini mampu mentransfer mengenai pendidikan ramah anak kepada orangtua. Pada Bulan Oktober 2016 ini di Taman Pintar dan Pos PAUD di Kecamatan Weru akan diadakan sosialisasi mengenai PAUD Ramah Anak kepada para orangtua dan pengasuh anak usia dini.

Diharapkan kerjasama segenap pihak termasuk pendidik dan orangtua dapat mewujudkan PAUD Ramah Anak sebagai sekolah yang aman, nyaman dan menyenangkan untuk anak.

By YSKK

Membuka Akses Pendidikan bagi Anak Usia Dini

Tantangan dunia PAUD salah satunya adalah bagaimana caranya membuka akses pendidikan bagi anak usia dini. Khususnya didaerah pedesaan dengan geografis yang berbukit-bukit seperti di Kecamatan Weru. Sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Sukoharjo yang berada paling selatan, berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.

Tantangan yang dihadapi untuk membuka akses PAUD di kecamatan Weru ada beberapa hal. Daerah Weru yang mayoritas pedesaan berpengaruh pada keterbatasan pengetahuan orangtua tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. Lokasi Geografis di Kecamatan Weru juga menjadi salah satu yang menyebabkan masih banyak anak usia dini yang mengakses PAUD.

Tantangan diatas membuat para pendidik PAUD bergerak untuk membukakan akses pendidikan bagi anak usia dini di daerahnya. Mereka mengkampanyekan pentingnya PAUD diberbagai kesempatan. Sosialisasi mulai dari kegiatan posyandu. Pemilihan Posyandu sebagai saluran sosialisasi dirasa tepat dan hemat. Hal karena inilah kegiatan tersebut fokus dan terkait langsung dengan tumbuh kembang anak, sehingga tepat jika membahas mengenai pentingnya PAUD bagi  anak usia dini. Hemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengumpulkan masyarakat dalam sebuah pertemuan tersendiri. Strategi ini banyak dilakukan oleh Taman Pintar dan Pos PAUD. Bentuk sosialisasi lain yang dilakukan oleh para pendidik yaitu dari rumah ke rumah, melalui pertemuan PKK, pengajian, maupun sarasehan warga.

“Sosialisasi kepada orangtua, kami lakukan melalui posyandu balita. Harapannya orangtua bisa tahu tentang pentingnya PAUD bagi anak usia dini sehingga mau memasukkan anaknya ke PAUD” terang Bunda Lastri, salah satu pendidik PAUD Taman Pintar Nurul Amal Desa Alasombo.

Tantangan lain yang ditemui yaitu kondisi georgafis daerah di Kecamatan Weru yang luas dan berbukit-bukit. Ada banyak anak-anak yang tinggal jauh dari lokasi PAUD. Strategi yang dilakukan agar anak-anak tersebut dapat mendapatkan stimulasi tumbuh kembang sejak dini yaitu dengan mengadakan program PAUD Kunjungan.

Kehadiran PAUD Kunjungan ini untuk mengupayakan pemerataan dalam mengakses pendidikan bagi anak usia dini. Kerjasama yang dijalin oleh pendidik dengan berbagai pihak baik pengurus PAUD, pemerintah desa, tokoh masyarakat maupun warga sekitar membuat program ini mendapatkan dukungan. Dukungan yang diberikan antara lain berupa tempat belajar, dana dan mainan bagi anak-anak di PAUD Kunjungan.

Begitu banyak tantangan yang dihadapi untuk membuka akses PAUD bagi anak-anak di Kecamatan Weru. Namun para pendidik PAUD yang ada disana tidak akan menyerah. Tetap teguh mengemban amanah sebagai Srikandi PAUD, yang berjuang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik di usia emasnya. Para pejuang tangguh yang ingin menghantarkan anak-anak lebih dekat dengan cita-cita mereka.

By YSKK

Semangat Belajar Sepanjang Hayat Para Pendidik PAUD

Pendidik adalah bagian penting dalam proses pendidikan termasuk di PAUD. Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak di usia emasnya sangat dipengaruhi oleh pendidiknya. Para pendidik sadar bahwa untuk menjadi pendidik PAUD haruslah kreatif dan inovatif. Dibutuhkan perbaruan atas pengetahuan dan keterampilan untuk mendampingi dan menstimulus tumbuh kembang anak usia dini.

Para pendidik Taman Pintar dan Pos PAUD dampingan YSKK di Kecamatan Weru sadar perlu untuk menguatkan kapasitas diri. Mereka memegang semboyan belajar sepanjang hayat dan dimanapun tempat disitulah ada kesempatan untuk belajar. Peningkatan kompetensi diri dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, diklat, workshop, magang, studi banding, seminar maupun pertemuan. Baik yang diadakah oleh YSKK, Dinas Pendidikan, HIMPAUDI dan pihak-pihak lainnya.

Walaupun sudah mendapatkan berbagai penguatan kapasitas dari YSKK, mereka tak berhenti untuk mencari pengetahuan baru. Beberapa kegiatan yang digelar YSKK dan sudah diikuti para pendidik antara lain Lokalatih Manajemen Organisasi PAUD, Pelatihan dasar-dasar pendidik, Pelatihan monitoring tumbuh-kembang anak, workshop penyusunan kurikulum PAUD, Pelatihan Parenting Education, Pelatihan Kegiatan PAUD Terintegrasi Budaya Lokal, Seminar PAUD Berbasis Masyarakat dan Magang di Lembaga PAUD. Perjuangan untuk menguatkan kapasitas diri tak berhenti sampai disana saja. Mereka memperbarui kapasitasnya selaku pendidik PAUD. Yang terbaru, para pendidik Taman Pintar dan Pos PAUD mengikuti Diklat Pendidik PAUD baik jenjang Dasar maupun Lanjutan. Adapula yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil Program Studi PG PAUD.

Tak hanya menunggu datangnya pelatihan atau seminar yang diadakan oleh pihak lain, mereka mermanfaatkan pertemuan rutin pendidik sebagai sarana diskusi dan belajar. Tema-tema yang diangkat sekitar PAUD antara lain Tips Mendongeng untuk Anak, Pendidikan Karakter Sejak Dini, Lingkungan PAUD yang Ramah Anak, Pemanfaatan Barang Bekas sebagai Media Belajar Anak dan Pengelolaan Sampah sebagai sarana Alternatif Sumber Dana PAUD. Narasumbernya pun bergantian dari pendidik, dari YSKK maupun mendatangkan narasumber inspiratif lain dari luar Weru.

Keaktifan pendidik berorganisasi di Himpaudi juga sebagai sebuah sarana untuk mengembangkan diri.  Dengan terlibatnya pendidik  dalam kepengurusan dan berbagai kegiatan yang diadakan Himpaudi. Maka pendidik akan belajar untuk mengelola diri dan mengorganisir setiap potensi yang ada. Ketika ikutserta di Himpaudi maka, akan semakin terbukanya informasi dan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Berkomunikasi dan bertukar pengalaman di Himpaudi juga menjadi tempat belajar dari pengalaman-pengalaman terbaik dari pendidik di lembaga PAUD yang lain.

“Disetiap pertemuan Himpaudi ada isian materi bergilir oleh pendidik PAUD secara bergantian… ada juga workshop atau pelatihan yang menghadirkan narasumber dari luar… dari kegiatan itu kawan-kawan pendidik akan meningkat kapasitasnya… “ ungkap Bunda Yatmini Pendidik PAUD Taman Pintar Permata Hati.

Semangat para pendidik PAUD untuk meningkatkan kompetensi diri begitu besar. Hal ini dilakukan agar dapat menjalankan amanah menjadi seorang pendidik PAUD yang berkualitas. Pendidik yang kreatif, inovatif dan peka terhadap perkembangan zaman.

By YSKK

Pendidik PAUD di Kecamatan Weru Mayoritas Perempuan

Pendidik adalah elemen penting dalam sebuah proses pendidikan termasuk di Lembaga PAUD. Kalau kita cermati ternyata mayoritas pendidik PAUD adalah perempuan. Hal ini terlihat di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan data Dapodik Ditjen PAUD dan dari HIMPAUDI Kecamatan Weru, total ada 211 pendidik baik dari PAUD formal, non formal maupun informal 95,26 %nya atau 201 orang pendidik adalah perempuan.

Hal ini juga terjadi pada tingkatan yang lebih tinggi, di Kabupaten Sukoharjo menurut Buku APK/APM Tahun 2015/2016 ada 37.588 anak PAUD yang dididik oleh 2.363 pendidik. Dari total pendidik PAUD di Sukoharjo tersebut kalau dicermati ternyata mayoritas pendidiknya juga perempuan. Dari data Dapodik Ditjen PAUD tahun 2015/2016 pendidik perempuan mendominasi dengan 96,78 % atau 2287 orang pendidik dibanding pendidik laki-laki yang hanya 3,22% atau 76 orang pendidik.

Dari data diatas terlihat jelas bahwa perempuan memegang peranan penting dalam pendidikan anak sejak dini, khususnya di jenjang PAUD. Para Pendidik PAUD merupakan garda terdepan dalam proses pendidikan anak sejak dini. Seorang pendidik pertama yang ditemui anak ketika mulai mengenal dilingkungan yang disebut sekolah. Mereka menjadi seseorang yang bersentuhan langsung dengan anak-anak. Menjadi teman bermain, teman bercerita yang murah senyum, ramah, menyenangkan dan menarik bagi anak-anak ketika di sekolah.

YSKK yang juga hadir mendampingi 10 PAUD di Kecamatan Weru melihat begitu besar semangat para pendidik PAUD ini. Weru yang secara geografis berbukit-bukit tak menyurutkan semangat para srikandi-srikandi pendidikan di ujung selatan Kabupaten Sukoharjo ini. Kecintaan pada anak-anak seakan meneguhkan hati mereka untuk memberikan yang terbaik bagi generasi emas penerus bangsa ini.

Sebagian besar pendidik di 10 PAUD (Kelompok Bermain dan Pos PAUD) ini dulunya merupakan kader perempuan yang aktif di Posyandu, PKK maupun Bina Keluarga Balita. Mereka terpanggil untuk mengambil peran yang lebih besar sebagai seorang Pendidik PAUD. Keinginan para kader perempuan di Kecamatan Weru untuk bergabung menjadi seorang pendidik PAUD dilatarbelakangi karena kecintaan pada anak-anak, ingin berbagi ilmu yang dimiliki dan ingin mengisi waktu luang.

“Saya menjadi pendidik PAUD karena suka dengan dunia anak-anak… ingin berbagi ilmu dan mencerdaskan anak-anak disekitar kita.” Ungkap Bunda Rida Panca Rahmawati salah satu pendidik PAUD Taman Pintar Candi Asri Desa Ngreco.

Para pejuang anak ini sadar bahwa untuk menjadi pendidik PAUD tidaklah mudah. Dibutuhkan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap yang cukup untuk mendampingi dan menstimulus tumbuh kembang anak usia dini. Para pendidik berkomitmen untuk selalu menguatkan kapasitas diri.

Para pendidik memegang semboyan belajar sepanjang hayat dan dimanapun tempat disitulah ada kesempatan untuk belajar. Para pendidik meningkatkan kompetensi melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, diklat, workshop, magang, studi banding, seminar maupun pertemuan. Baik yang diadakah oleh YSKK, Dinas Pendidikan, HIMPAUDI dan pihak-pihak lainnya. Hal ini dilakukan agar dapat menjalankan amanah menjadi seorang pendidik PAUD yang berkualitas.

By YSKK

Anak Belajar dari Perilaku Orangtuanya

Senin, 26 September 2016 PAUD Mawar Biru Desa Jatingarang Kecamatan Weru, Sukoharjo menggelar Parenting Education dengan tema “Anak Belajar dari Perilaku Orangtuanya”. Parenting Education kali ini dihadiri sekitar 70 persen orangtua anak didik di PAUD tersebut.

“Rumah merupakan tempat pertama dan utama dimana seorang anak akan belajar. Tak hanya belajar tentang pengetahuan baru namun juga belajar untuk berperilaku. Dan dirumah orangtualah yang berperan menjadi pendidik sekaligus suritauladannya”  terang Yahnda Angga yang siang itu hadir memberikan materi parenting.

Dimanapun anak berada maka disanalah anak belajar. Di Sekolah, Perpustakaan, Masjid, Taman, Sawah, Lapangan atau di Rumah menjadi tempat anak mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan membentuk sikap/perilaku. Dan rumah menjadi tempat pertama seorang anak belajar. Ketika belum mengenal bangku sekolah mereka telah belajar banyak hal dari keluarganya. Ketika anak sudah mengenal sekolahpun rumah merupakan tempat dimana banyak waktu dihabiskan.

Ketika seorang anak belajar maka ada seorang pendidik yang mendampinginya. Ketika disekolah ada pendidik yang bernama guru, ketika di Masjid ada pendidik yang disebut ustad, ketika dirumah maka orang tualah yang menjadi pendidiknya. Kepada Orangtualah dimana anak pertama belajar banyak hal, termasuk belajar untuk berperilaku. Anak belajar berperilaku tidak hanya dari nasehat yang disampaikan oleh orang tua namun juga dari meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

 

By YSKK