Pentingnya Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

 

parenting

Kegiatan Parenting Education di PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru mengangkat tema “Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak”

 

 

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu dan bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas”  Ki Hadjar Dewantara*

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak. Di lingkungan keluarga, orangtua adalah seorang guru bagi anaknya. Sebagai pendidik di rumah, orangtua diharapkan dapat berperan menjadi teladan yang baik bagi anak, teman yangmenyenangkan ketika bermain dan teman bicara yang ramah bagi anak. Tapi tak semua orangtua paham akan perannya tersebut. Tak sedikit orangtua yang memandang pendidikan seorang anak hanya diamanahkan kepada institusi sekolah saja. Untuk membangun kesadaran pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Pada Kamis, 13 April 2017 yang lalu PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru menggelar parenting education dengan tema “ Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak” yang diikuti oleh 41 orangtua.

Menurut Ki Hajar Dewantara ada tiga sentra pendidikan yaitu pendidikan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap elemen yang ada di tiga sentra tersebut perlu membangun kesinambungan untuk pendidikan anak. Termasuk didalamnya antara orang tua dan guru perlu membangun komunikasi, kekompakan dan kerjasama demi pendidikan anak yang berkesinambungan di lingkungan  sekolah dan lingkungan rumah.

Di jenjang pendidikan anak usia dini, durasi waktu orangtua bersama anak di lingkungan rumah tentulah lebih lama dibandingkan waktu di sekolah. Orangtua  punya peran penting dalam menjaga kesinambungan pelajaran baik yang didapatkan dari guru di sekolah untuk dapat dilanjutkan di rumah. Karena hal baik seperti mencuci tangan, berdoa dan perilaku sopan santun perlu dipraktekkan secara berkelanjutan, terus menerus dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan baik bagi anak.

Dalam kegiatan parenting education ini fasilitator memutarkan film singkat yang menceritakan seorang anak yang ingin menjadi seperti smartphone. Film tersebut menjadi pemantik diskusi dengan para orangtua mengenai harapan seorang anak terhadap orangtuanya. Ada tiga hal yang muncul mengenai peran orangtua yaitu orangtua berperan menjadi pendidik bagi anak, orangtua menjadi teman yang menyenangkan ketika bermain dengan anak dan orangtua menjadi teman bicara yang ramah bagi anak.

Orangtua merupakan pendidik bagi anak di keluarga. Orangtua tak hanya mendidik dengan ilmu, namun juga mendidik dengan memberikan teladan yang baik bagi anak. Anak adalah peniru yang ulung, segala hal yang ada disekitarnya begitu cermat dilihatnya dan seakan menjadi contoh untuk ditiru oleh sang anak. Termasuk pada perilaku yang ditampilkan oleh orangtuanya. Orangtua sebagai teladan bagi anaknya perlu menjadi pribadi yang baik, sehingga dapat dicontoh perilakunya oleh anak.  Mulai dari cara berpakaian, berbicara, beribadah hingga berperilaku sehari-hari.

Orangtua juga diharapkan menjadi teman bermain bagi anak. Dunia bermain adalah dunia anak-anak. Setiap anak mendambakan dapat bermain dengan riang dan penuh suasana yang menyenangkan. Sempatkan waktu bagi orangtua untuk dapat bermain bersama dengan anak. Banyak ragam permainan yang dapat dimainkan dengan anak mulai dari permainan indoor dan outdoor. Ajak anak bermain dengan permainan yang menyenangkan dan bisa menstimulus tumbuh kembangnya. Sesekali ajak anak bermain mulai dari membuat mainannya, memainkannya bersama dan membereskan mainannya. Selain memberikan kegembiraan pada anak, anak juga dapat semakin kreatif dan bertanggungjawab terhadap mainannya.

Orangtua juga perlu menjadi teman bicara yang ramah bagi anak. Menjadi teman bicara bagi anak perlu dilakukan agar kita bisa mendengar pendapat dan perasaan anak, sekaligus menanamkan pesan moral kepada anak. Untuk menjadi teman bicara yang ramah perlu strategi yang tepat, salah satunya dengan dongeng. Dengan dongeng anak lebih nyaman mendengarkan setiap pesan yang disampaikan oleh orangtuanya. Setelah mendongeng sempatkan menggali pendapat anak dan perasaan anak terkait dengan cerita yang didongengkan. Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita kepada anak.

Menjadi orangtua yang ramah kepada anaknya tentu tak hanya sekedar butuh pengetahuan saja. Namun juga butuh niat dan komitmen yang kuat untuk melakukannya. Orangtua harus berkomitmen kepada dirinya sendiri dan kepada anaknya untuk bisa menjadi seseorang yang ramah, menyenangkan dan teladan yang baik bagi anak-anaknya.

 

Keterangan:

*: kutipan dipetik dari Buku Anak Bukan Kertas Kosong karya Bukik Setiawan. Halaman xxv

Advertisements

” Mendongeng, Pengantar tidur yang menyenangkan dan bermanfaat “

Mendongeng, sebuah kenangan yang indah dan menyenangkan diwaktu kecil. Setiap akan tidur seakan tidak lengkap tanpa ditemani oleh dongeng yang dibacakan. Saat kita kecil, mendongeng merupakan sesuatu yang menyenangkan dan paling ditunggu tatkala mengantarkan tidur kita di dalam pelukan Bunda atau Yahnda.

Apakah saat ini masih banyak yang mendongeng ? Tidak banyak. Sudah jarang saat ini anak-anak mendengar lantunan suara merdu dari Bunda atau Yandanya untuk menceritakan kisah Si Kancil, Timun Mas, Ande-ande Lumut atau hanya sekedar cerita masa kecil orang tua seperti kehebatan diwaktu bermain permainan tradisional dan cerita mengasyikan berjalan-jalan berbelanja di pasar. Cerita indah yang kita dengar di waktu kecil tidak terwariskan kepada putra-putri kita. Anak-anak kita mulai terbuaikan oleh cerita dari siaran televisi yang tidak semua memberikan tontonan yang baik bagi anak. Terkadang mereka sampai tertidur di depan televisi setelah menonton tayangan televisi dan seakan menjadi kebiasaan mengantarkan tidurnya.

Mendongeng sebagai sebuah warisan luhur dari para orang tua kita, kenangan menyenangkan kita diwaktu kecil ini sebagai pengantar tidur ini, coba saya angkat dalam aktivitas parenting education di Pos PAUD Tawang Indah, pada hari Rabu 2 Oktober 2013 lalu.

Saat ini banyak ditemui anak-anak sulit diminta untuk tidur oleh orang tuanya. Hal ini karena anak-anak merasa tidak menemukan kesenangan atau hal yang menarik untuk mengantarkan tidurnya. Jangan paksa anak untuk tidur tapi berikan kualitas pengantar tidur yang membawa kesenangan  dan bermakna bagi mereka. Jikalau saja kita tahu seberapa manfaatnya mendongeng bagi anak kita, kita pasti akan meluangkan waktu ditengah kesibukan bekerja, kita akan menyempatkan selembar energi ditengah lelahnya beraktivitas sepanjang hari, untuk dapat menceritakan sepanggal kisah bermakna bagi anak kita. Mari kita mencoba melihat, beberapa manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan mendongeng bagi anak :

Mendongeng sebagai sarana untuk menanamkan pengetahuan baru. Anak-anak yang lagi senang-senangnya mencari tahu dan bertanya-tanya tentang banyak hal, sedikit demi sedikit akan terjawab dengan pengetahuan baru yang mereka temukan dari cerita yang didongengkan orang tuanya. Misalnya anak-anak dikenalkan mengenai berbagai binatang lewat lantunan lagu yang disematkan dalam dongeng fabel. Masihingatkah kita lagu anak sewaktu kita kecil ini:

Kidang talun, mangan kacang talun

Mil ketemil mil ketemil

Sididang mangan lembayaung

Tikus piti duwe anak siji

Cit cit cuit cit cit cuit

Si tikus mangani pari

Gajah belang, soko tanah mlembang

Nuk reng gunuk nuk genggunuk

Gedhene sepodho gunung.

dalam bahasa jawa

Mendongeng digunakan sebagai sarana pembelajaran moral bagi anak. Di era keterbukaan ini perlu membentengi anak dengan cara yang tepat. Misalnya saja dengan menanamkan nilai moral bagi anak. Mulai dari dini anak-anak harus ditanamkan mana yang baik dan mana yang buruk. Mendongeng adalah salah satu sarana yang tepat untuk melakukanya. Anak akan lebih mendengar dan meresapi apa yang disampaikan oleh orang tuanya disaat yang santai dan menyenangkan dari pada saat orang tua marah-marah dengan nada yang keras saat anak melakukan kesalahan. Mendongeng disaat pengantar tidur anak, bisa disisipi cerita nasehat yang mengambarkan perilaku yang baik akan mendapatkan balasan yang menyenangkan dan perilaku yang buruk atau jahat akan mendapatkan balasan yang menyakitkan atau hukuman. Misalnya bunda atau yahnda bisa menceritakan dongeng malin kundang atau dongeng bawang merah dan bawang putih. Diakhir cerita bantu anak untuk mengambil nilai moral atau nasehat yang didapat dari cerita yang di dongengkan.

Mendongeng untuk mengajarkan empati pada anak. Manusia sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama manusia maupun lingkungannya di masyarakat maka perlu memiliki rasa empati dalam bergaul. Rasa empatiini termasuk juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak. Memupuk rasa keperdulian pada orang lain, rasa tolong menolong  perlu disampaikan dengan cara yang tepat. Salah satu cara menanamkan rasa empati pada anak dapat dilakukan dengan mendongeng. Mendongengkan cerita yang dapat membawa anak merasakan kasihan kepada orang lain yang kesusahan, bahkan anak bisa menitikkan air mata saat mendengar cerita yang kita dongengkan. Hal ini bisa menanamkan rasa kepedulian anak terhadap orang lain dan lingkungan disekitar mereka. Misalnya anak-anak akan menolong temannya ketika jatuh dari sepeda atau saat bermain bersama.

Bunda dan Yahnda, demikianlah beberapa manfaat dari banyak manfaat yang didapat dengan mendongeng. Semoga kegiatan mendongeng kepada anak ini akan tetap terjaga melihat banyak hal positif terkandung dalam kegiatan mendongeng. Anak-anak akan mendapatkan pengantar tidur yang menarik dan bermakna bagi mereka.

Terimakasih, semoga bermanfaat dan ….. Selamat Mendongeng.