Menyusun Strategi Promosi Bagi Lembaga PAUD

Tahun ajaran baru akan segera hadir dan sekolah perlu melakukan persiapan guna menyambut peserta didik baru. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) perlu dipersiapkan dengan baik termasuk oleh Lembaga PAUD. Hal ini perlu dimulai dengan mengadakan pengenalan/promosi mengenai keberadaan PAUD kepada masyarakat umum maupun orangtua anak usia dini. Sebelum melakukan proses promosi maka perlu terlebih dahulu menyusun strategi promosi yang efektif dan menarik. Hal inilah yang dilakukan oleh Kelompok Bermain dan Pos PAUD di Kecamatan Weru yang menjadi dampingan Yayasan Satu Karsa Karya(YSKK), pada hari Selasa 23 Mei 2017 bertempat di PAUD Cahaya Hati Desa Krajan Kecamatan Weru, 7 Lembaga PAUD yang hadir dalam kegiatan Temu Inspirasi Pendidik Serial (TIPS) tersebut berdiskusi mengenai “Strategi Promosi Bagi Lembaga PAUD”.

Kreatifitas setiap sekolah dalam merencang strategi promosi sekolah menjadi hal paling penting dan menentukan untuk suksesnya kegiatan PPDB. Seiring dengan tingginya pertumbuhan jumlah lembaga PAUD di Kecamatan Weru, membuat orang tua akan memiliki banyak pilihan dan akan semakin selektif untuk memilih sekolah bagi anak-anaknya. Di sisi lain, hal ini menjadi salah satu tantangan bagi lembaga PAUD.  Agar Lembaga PAUD menjadi pilihan utama orangtua menyekolahkan anaknya, maka perlu untuk mengenalkan diri dengan segala keunggulan, program dan prestasi yang dimiliki.

Melalui kegiatan TIPS di bulan Mei ini YSKK memfasilitasi para pendidik dan pengurus PAUD untuk berdiskusi bagaimana menyusun kegiatan promosi yang menarik, mengemas pesan yang baik, memilih saluran dan media komunikasi yang tepat serta menyusun anggaran yang dibutuhkan untuk promosi. Hasil dari kegiatan ini yaitu tersusunlah strategi promosi di 7 Lembaga PAUD. Adapun beberapa strategi yang dipilih antaralain Sosialisasi melalui Posyandu dan pertemuan-pertemuan yang sudah ada di masyarakat, menggelar parenting education untuk orangtua anak usia dini, membuat brosur dan spanduk, menginformasikan dari orang perorang maupun memanfaatkan media sosial.

Advertisements

Semangat Pendidik PAUD Cerminkan Semangat Kartini di Masa Kini

Tanggal 21 April adalah tanggal kelahiran seorang pahlawan wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini. Pahlawan bangsa yang memperjuangkan hak kaum wanita agar memperoleh pendidikan. Beliau berjuang dengan mendirikan sekolah bagi kaum wanita.

Sejalan dengan semangat Kartini yang ingin mencerdaskan bangsanya melalui pendidikan, semangat itupun juga tercermin pada diri para pendidik PAUD di Kecamatan Weru. Mereka berjuang membuka akses pendidikan bagi anak-anak generasi penerus bangsa yang ada di sekitar mereka. Mereka berjuang mendirikan PAUD sebagai sarana untuk menstimulasi tumbuh kembang anak di usia emasnya.

Para pendidik tak kenal lelah berjuang dengan hati, waktu dan pemikirannya demi terpenuhinya pendidikan bagi anak usia dini. Para pendidik menjadi garda terdepan dalam proses pendidikan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak. Mendidik dengan penuh semangat, keceriaan dan keramahan. Menjadi sosok ceria ketika bermain bersama anak. Menjadi teman bicara yang ramah bagi anak. Serta menjadi sosok motivator yang senantiasa menyemangati hati anak-anak didiknya.

YSKK yang hadir mendampingi 10 PAUD di Kecamatan Weru melihat begitu besar semangat dan kepedulian sosial para pendidik PAUD ini. Total ada 27 orang pendidik di 10 PAUD tersebut. Sebagian besar pendidik tersebut dulunya merupakan kader perempuan yang aktif di desa baik sebagai kader Posyandu, kader PKK, maupun kader Bina Keluarga Balita. Mereka terpanggil untuk membuka akses pendidikan anak usia dini di desanya. Memberanikan diri untuk mengambil peran sebagai seorang Pendidik PAUD.

Pengorbanan secara materiil pun sudah menjadi hal yang biasa bagi para pendidik.  Honor pendidik PAUD yang tidak besar jumlahnya pun disikapi dengan bijak. Keiklasan dan jiwa kesukarelawanan yang tak diragukan selama menjadi kader desa, meneguhkan hati mereka untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak penerus bangsa yang ada disekitar mereka.

“Saya menjadi pendidik PAUD karena suka dengan dunia anak-anak… ingin berbagi ilmu dan mencerdaskan anak-anak disekitar kita… Walaupun saya sadar tidak bisa mendapatkan materi lebih  dari sini, namun saya tetap semangat dan yakin rezeki akan datang dari manapun jalannya” ungkap Bunda Rida Panca Rahmawati salah satu pendidik PAUD Taman Pintar Candi Asri yang dulunya seorang kader Posyandu di dusun Candi Desa Ngreco Kecamatan Weru.

Tantanganpun mengiringi perjuangan sang bunda pendidik PAUD.  Mulai dari belum sampainya jangkauan informasi mengenai pentingnya PAUD kepada banyak orang tua  di Kecamatan Weru. Hal ini  membuat banyak orangtua belum tergerak untuk mengikutkan anaknya di PAUD. Kondisi inilah yang mendorong para pendidik untuk mensosialisasikan pentingnya PAUD kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan dalam berbagai kesempatan mulai di kegiatan posyandu, melalui sarasehan warga hingga berkunjung dari rumah ke rumah.

Tantangan lain yang ditemui yaitu kondisi georgafis Weru yang berbukit-bukit tak menyurutkan semangat mereka. Strategi yang dilakukan agar anak-anak yang jauh dari jangkauan PAUD tetap tersetimulus tumbuh kembangnya yaitu dengan mengadakan program PAUD Kunjungan. Hal ini dilakukan untuk mengupayakan pemerataan pendidikan bagi anak usia dini.

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh para Pendidik PAUD di Kecamatan Weru tak menyurutkan perjuangan mereka. Mereka tetap teguh dan bersemangat untuk mengemban amanah sebagai pejuang pendidikan. Berjuang bagi anak-anak, untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik di usia emasnya. Berjuang menghantarkan agar lebih dekat dengan cita-citanya. Seperti semangat kartini yang ingin mencerdaskan bangsanya, para pendidik juga bersemangat untuk membawa generasi penerus bangsa ke masa depan yang lebih baik.

 

Pentingnya Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak

 

parenting

Kegiatan Parenting Education di PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru mengangkat tema “Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak”

 

 

“Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu dan bapa, karena hanya dua orang inilah yang dapat berhamba pada sang anak dengan semurni-murninya dan seikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas”  Ki Hadjar Dewantara*

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama bagi pendidikan anak. Di lingkungan keluarga, orangtua adalah seorang guru bagi anaknya. Sebagai pendidik di rumah, orangtua diharapkan dapat berperan menjadi teladan yang baik bagi anak, teman yangmenyenangkan ketika bermain dan teman bicara yang ramah bagi anak. Tapi tak semua orangtua paham akan perannya tersebut. Tak sedikit orangtua yang memandang pendidikan seorang anak hanya diamanahkan kepada institusi sekolah saja. Untuk membangun kesadaran pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Pada Kamis, 13 April 2017 yang lalu PAUD Aisyiyah Desa Karakan Kecamatan Weru menggelar parenting education dengan tema “ Peran Orangtua dalam Pendidikan Anak” yang diikuti oleh 41 orangtua.

Menurut Ki Hajar Dewantara ada tiga sentra pendidikan yaitu pendidikan di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Setiap elemen yang ada di tiga sentra tersebut perlu membangun kesinambungan untuk pendidikan anak. Termasuk didalamnya antara orang tua dan guru perlu membangun komunikasi, kekompakan dan kerjasama demi pendidikan anak yang berkesinambungan di lingkungan  sekolah dan lingkungan rumah.

Di jenjang pendidikan anak usia dini, durasi waktu orangtua bersama anak di lingkungan rumah tentulah lebih lama dibandingkan waktu di sekolah. Orangtua  punya peran penting dalam menjaga kesinambungan pelajaran baik yang didapatkan dari guru di sekolah untuk dapat dilanjutkan di rumah. Karena hal baik seperti mencuci tangan, berdoa dan perilaku sopan santun perlu dipraktekkan secara berkelanjutan, terus menerus dan akhirnya menjadi sebuah kebiasaan baik bagi anak.

Dalam kegiatan parenting education ini fasilitator memutarkan film singkat yang menceritakan seorang anak yang ingin menjadi seperti smartphone. Film tersebut menjadi pemantik diskusi dengan para orangtua mengenai harapan seorang anak terhadap orangtuanya. Ada tiga hal yang muncul mengenai peran orangtua yaitu orangtua berperan menjadi pendidik bagi anak, orangtua menjadi teman yang menyenangkan ketika bermain dengan anak dan orangtua menjadi teman bicara yang ramah bagi anak.

Orangtua merupakan pendidik bagi anak di keluarga. Orangtua tak hanya mendidik dengan ilmu, namun juga mendidik dengan memberikan teladan yang baik bagi anak. Anak adalah peniru yang ulung, segala hal yang ada disekitarnya begitu cermat dilihatnya dan seakan menjadi contoh untuk ditiru oleh sang anak. Termasuk pada perilaku yang ditampilkan oleh orangtuanya. Orangtua sebagai teladan bagi anaknya perlu menjadi pribadi yang baik, sehingga dapat dicontoh perilakunya oleh anak.  Mulai dari cara berpakaian, berbicara, beribadah hingga berperilaku sehari-hari.

Orangtua juga diharapkan menjadi teman bermain bagi anak. Dunia bermain adalah dunia anak-anak. Setiap anak mendambakan dapat bermain dengan riang dan penuh suasana yang menyenangkan. Sempatkan waktu bagi orangtua untuk dapat bermain bersama dengan anak. Banyak ragam permainan yang dapat dimainkan dengan anak mulai dari permainan indoor dan outdoor. Ajak anak bermain dengan permainan yang menyenangkan dan bisa menstimulus tumbuh kembangnya. Sesekali ajak anak bermain mulai dari membuat mainannya, memainkannya bersama dan membereskan mainannya. Selain memberikan kegembiraan pada anak, anak juga dapat semakin kreatif dan bertanggungjawab terhadap mainannya.

Orangtua juga perlu menjadi teman bicara yang ramah bagi anak. Menjadi teman bicara bagi anak perlu dilakukan agar kita bisa mendengar pendapat dan perasaan anak, sekaligus menanamkan pesan moral kepada anak. Untuk menjadi teman bicara yang ramah perlu strategi yang tepat, salah satunya dengan dongeng. Dengan dongeng anak lebih nyaman mendengarkan setiap pesan yang disampaikan oleh orangtuanya. Setelah mendongeng sempatkan menggali pendapat anak dan perasaan anak terkait dengan cerita yang didongengkan. Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita kepada anak.

Menjadi orangtua yang ramah kepada anaknya tentu tak hanya sekedar butuh pengetahuan saja. Namun juga butuh niat dan komitmen yang kuat untuk melakukannya. Orangtua harus berkomitmen kepada dirinya sendiri dan kepada anaknya untuk bisa menjadi seseorang yang ramah, menyenangkan dan teladan yang baik bagi anak-anaknya.

 

Keterangan:

*: kutipan dipetik dari Buku Anak Bukan Kertas Kosong karya Bukik Setiawan. Halaman xxv

Gerakan Cinta MAMA untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Makanan ringan atau yang sering kita sebut “jajanan” menjadi sesuatu yang digemari oleh anak-anak. Sayangnya tidak semua jajanan yang ada disekitar kita aman bagi anak. Fenomena ini tentu mengkhawatirkan karena akan mengganggu bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu perlu membangun pemahaman orangtua tentang prntingnya jajanan yang sehat dan apa dampak jajanan instan pada anak-anak. Hal inilah yang melatarbelakangi PAUD Candi Asri Desa Ngreco Kecamatan Weru menggelar Diskusi  dengan tema “Gerakan Cinta MAMA (Makanan Anak yang Menarik dan Aman) untuk Sekolah Ramah Anak” pada Hari Senin, 27 Maret 2017 yang lalu.

Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk membangun dukungan semua pihak untuk mewujudkan  lingkungan ramah anak di Sekolah. Kelompok Bermain Candi Asri yang berada di lingkup satu atap dengan SD N Ngeco 2 dan TK Desa Ngreco 2, ingin mendorong dan menggandeng berbagai pihak baik sekolah maupun masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan ramah anak dari sisi kesehatan makanannya melalui Gerakan Cinta MAMA.

Berbagai makanan dan minuman  instan, berpewarna dan berperasa non alami yang beredar disekitar sekolah mengancam kesehatan anak. Hal inilah yang membahayakan kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Mengingat bahwa makanan yang bergizi merupakan bahan pembentuk otak dan organ lain yang berhubungan dengan perkembangan anak, serta membantu pembentukan imunitas anak.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut maka harus ada inisiasi dan gerakan bersama untuk menciptakan sekolah yang ramah anak mulai dari makanan yang dikonsumsi anak. Diskusi yang mengambil tempat di SD N Ngreco 2 ini melibatkan berbagai pihak terkait dengan menghadirkan tiga orang narasumber. Narasumber pertama Dra Puji Hartanti selaku Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Weru, yang menyampaikan materi “Bagaimana dukungan UPTD Pendidikan Kecamatan Weru untuk mewujudkan kawasan jajanan ramah anak di sekolah?”. Kedua Bunda Rachmasari Mega Angkasa Pendidik PAUD Candi Asri, yang menyampaikan materi mengenai “Bagaimana Pengalaman dalam Menginisiasi Gerakan Cinta MAMA (Makanan  Anak yang Menarik dan Aman)?”. Narasumber Ketiga Ibu Sri Sulasmi selaku Ahli Gizi Puskesmas Kecamatan Weru, yang menyampaikan materi mengenai  “Apa Dampak Makanan instant/tidak sehat bagi tumbuh kembang anak ?”.

Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Weru mengapresiasi kegiatan yang digelar PAUD Candi Asri ini dan mendorong agar di PAUD yang lain juga dapat digelar kegiatan serupa.

“Marilah semua pihak dapat merealisasikan Gerakan Cinta MAMA ini baik dirumah maupun disekolah agar generasi penerus kita kuat dan sehat…. Kedepan kami akan membangun kerjasama dengan Puskesmas agar penyuluhan tentang kesehatan makanan ini dapat dilakukan di PAUD-PAUD yang lain di Kecamatan Weru dan kalau perlu membawa sampel makanannya.” ungkap Bu Puji Hartanti di dalam acara tersebut.

Membangun Kerjasama Pendidik PAUD melalui Outbond

Kerjasama yang baik antar pendidik menjadi hal yang menentukan bagi kemajuan sebuah Lembaga PAUD. Untuk membangun kejasama antar pendidik PAUD, Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) menggelar kegiatan outbond untuk para pendidik PAUD di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Januari 2017 di Gunung Taruwongso Tawangsari. Kegiatan yang diikuti oleh 20 orang pendidik ini berlangsung penuh semangat, kebersamaan dan kegembiraan.

Pendidik menjadi salah satu elemen penting di sebuah Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengembangan kapasitas seorang pendidik menjadi sebuah hal yang perlu untuk senantiasa diperbarui. Kualitas pendidik bukan hanya dilihat dari kapasitas akademis saja, tetapi juga kapasitas dalam pengembangan diri dan membangun kerjasama tim.

Rutinitas tanpa adanya hal baru dapat membuat kejenuhan bagi manusia, demikian juga bagi pendidik PAUD. Hal ini dapat berakibat menurunnya produktifitas, kinerja, kreatifitas, hubungan kerjasama dengan rekan pendidik lainnya di dalam tim lembaga PAUD. Jika itu terjadi, proses fasilitasi pembelajaran atau kegiatan lainnya dalam lembaga PAUD menjadi terganggu. Hal-hal non teknis seperti inilah yang perlu mendapatkan perhatian.

Guna membangun kerjasama tim di lembaga PAUD, maka perlu dilakukan dengan sebuah kegiatan  yang melibatkan antar pendidik dalam sebuah suasana kebersamaan. Salah satu caranya adalah dengan kebersamaan di alam bebas melalui kegiatan outbond. Outbond dipercaya sebagai sarana untuk meningkatkan komunikasi personal antar individu, meningkatkan kepercayaan diri, mengelola konflik, membangun kepemimpinan dan menguatkan kerjasama tim. Maka melalui kegiatan Temu Inspirasi Pendidik PAUD Serial pada bulan Januari 2017 ini, YSKK berupaya mengajak komunitas dampingan pendidik PAUD di Kecamatan Weru untuk meningkatkan kerjasama, kekompakan dan komunikasi sambil refresing di alam terbuka. Kegiatan ini dikemas dalam tema “Outbond Kerjasama Pendidik PAUD.”

Kegiatan outbond ini bertujuan untuk membangun kerjasama antar pendidik di lingkungan PAUD. Melalui berbagai permainan, pendidik diajak bermain dan mengulas makna yang didapat disetiap permainan. Banyak makna yang terkandung dari setiap permainan, seperti pentingnya membangun komunikasi antar pendidik, perlunya menguatkan jiwa kepemimpinan, pentingnya berbagi tugas dan membangun kerjasama tim di sebuah lembaga PAUD.

” Mendongeng, Pengantar tidur yang menyenangkan dan bermanfaat “

Mendongeng, sebuah kenangan yang indah dan menyenangkan diwaktu kecil. Setiap akan tidur seakan tidak lengkap tanpa ditemani oleh dongeng yang dibacakan. Saat kita kecil, mendongeng merupakan sesuatu yang menyenangkan dan paling ditunggu tatkala mengantarkan tidur kita di dalam pelukan Bunda atau Yahnda.

Apakah saat ini masih banyak yang mendongeng ? Tidak banyak. Sudah jarang saat ini anak-anak mendengar lantunan suara merdu dari Bunda atau Yandanya untuk menceritakan kisah Si Kancil, Timun Mas, Ande-ande Lumut atau hanya sekedar cerita masa kecil orang tua seperti kehebatan diwaktu bermain permainan tradisional dan cerita mengasyikan berjalan-jalan berbelanja di pasar. Cerita indah yang kita dengar di waktu kecil tidak terwariskan kepada putra-putri kita. Anak-anak kita mulai terbuaikan oleh cerita dari siaran televisi yang tidak semua memberikan tontonan yang baik bagi anak. Terkadang mereka sampai tertidur di depan televisi setelah menonton tayangan televisi dan seakan menjadi kebiasaan mengantarkan tidurnya.

Mendongeng sebagai sebuah warisan luhur dari para orang tua kita, kenangan menyenangkan kita diwaktu kecil ini sebagai pengantar tidur ini, coba saya angkat dalam aktivitas parenting education di Pos PAUD Tawang Indah, pada hari Rabu 2 Oktober 2013 lalu.

Saat ini banyak ditemui anak-anak sulit diminta untuk tidur oleh orang tuanya. Hal ini karena anak-anak merasa tidak menemukan kesenangan atau hal yang menarik untuk mengantarkan tidurnya. Jangan paksa anak untuk tidur tapi berikan kualitas pengantar tidur yang membawa kesenangan  dan bermakna bagi mereka. Jikalau saja kita tahu seberapa manfaatnya mendongeng bagi anak kita, kita pasti akan meluangkan waktu ditengah kesibukan bekerja, kita akan menyempatkan selembar energi ditengah lelahnya beraktivitas sepanjang hari, untuk dapat menceritakan sepanggal kisah bermakna bagi anak kita. Mari kita mencoba melihat, beberapa manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan mendongeng bagi anak :

Mendongeng sebagai sarana untuk menanamkan pengetahuan baru. Anak-anak yang lagi senang-senangnya mencari tahu dan bertanya-tanya tentang banyak hal, sedikit demi sedikit akan terjawab dengan pengetahuan baru yang mereka temukan dari cerita yang didongengkan orang tuanya. Misalnya anak-anak dikenalkan mengenai berbagai binatang lewat lantunan lagu yang disematkan dalam dongeng fabel. Masihingatkah kita lagu anak sewaktu kita kecil ini:

Kidang talun, mangan kacang talun

Mil ketemil mil ketemil

Sididang mangan lembayaung

Tikus piti duwe anak siji

Cit cit cuit cit cit cuit

Si tikus mangani pari

Gajah belang, soko tanah mlembang

Nuk reng gunuk nuk genggunuk

Gedhene sepodho gunung.

dalam bahasa jawa

Mendongeng digunakan sebagai sarana pembelajaran moral bagi anak. Di era keterbukaan ini perlu membentengi anak dengan cara yang tepat. Misalnya saja dengan menanamkan nilai moral bagi anak. Mulai dari dini anak-anak harus ditanamkan mana yang baik dan mana yang buruk. Mendongeng adalah salah satu sarana yang tepat untuk melakukanya. Anak akan lebih mendengar dan meresapi apa yang disampaikan oleh orang tuanya disaat yang santai dan menyenangkan dari pada saat orang tua marah-marah dengan nada yang keras saat anak melakukan kesalahan. Mendongeng disaat pengantar tidur anak, bisa disisipi cerita nasehat yang mengambarkan perilaku yang baik akan mendapatkan balasan yang menyenangkan dan perilaku yang buruk atau jahat akan mendapatkan balasan yang menyakitkan atau hukuman. Misalnya bunda atau yahnda bisa menceritakan dongeng malin kundang atau dongeng bawang merah dan bawang putih. Diakhir cerita bantu anak untuk mengambil nilai moral atau nasehat yang didapat dari cerita yang di dongengkan.

Mendongeng untuk mengajarkan empati pada anak. Manusia sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama manusia maupun lingkungannya di masyarakat maka perlu memiliki rasa empati dalam bergaul. Rasa empatiini termasuk juga perlu ditanamkan sejak dini kepada anak. Memupuk rasa keperdulian pada orang lain, rasa tolong menolong  perlu disampaikan dengan cara yang tepat. Salah satu cara menanamkan rasa empati pada anak dapat dilakukan dengan mendongeng. Mendongengkan cerita yang dapat membawa anak merasakan kasihan kepada orang lain yang kesusahan, bahkan anak bisa menitikkan air mata saat mendengar cerita yang kita dongengkan. Hal ini bisa menanamkan rasa kepedulian anak terhadap orang lain dan lingkungan disekitar mereka. Misalnya anak-anak akan menolong temannya ketika jatuh dari sepeda atau saat bermain bersama.

Bunda dan Yahnda, demikianlah beberapa manfaat dari banyak manfaat yang didapat dengan mendongeng. Semoga kegiatan mendongeng kepada anak ini akan tetap terjaga melihat banyak hal positif terkandung dalam kegiatan mendongeng. Anak-anak akan mendapatkan pengantar tidur yang menarik dan bermakna bagi mereka.

Terimakasih, semoga bermanfaat dan ….. Selamat Mendongeng.